BRIN Fokus Riset Laut Dalam di Wilayah Timur Indonesia

Ekspedisi Widya Nusantara (2015). FOTO: P2O LIPI

Darilaut – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengambil fokus penelitian strategis riset laut dalam, terutama di wilayah timur Indonesia.

Hal ini karena laut dalam tersimpan kehidupan ekosistem yang banyak manfaatnya bagi manusia. Hasil riset laut dalam ke depan diharapkan dapat menjadi pilar dalam mendukung kemandirian Indonesia.

Kepala Pusat Riset Laut Dalam BRIN, Intan Suci Nurhati, mengatakan lebih dari 85% wilayah laut dalam belum dieksplorasi. Padahal wilayah ini menyimpan banyak potensi sebagai sumber oksigen dan makanan. Sebagian besar laut dalam di Indonesia terletak di wilayah timur, seperti Laut Banda yang memiliki palung bernama “Palung Weber” dengan kedalaman mencapai 7.440 meter dan lebar 150 km.

Saat TalkshowTeknologi Laut Dalam dan Maritim” yang merupakan rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-28, Jumat (4/8), kata Intan, eksplorasi di wilayah ini merupakan tantangan besar karena memerlukan infrastruktur yang kuat dan mumpuni, termasuk kapal riset dan peralatan eksplorasi tingkat lanjut.

Riset tentang laut dalam selain membutuhkan peralatan yang mumpuni juga penuh tantangan, ujar Intan.

“Penggunaan kapal selam dan submersible menjadi contoh infrastruktur penting untuk riset di wilayah ini. Namun, hal tersebut memerlukan dukungan dan anggaran yang memadai untuk memastikan riset dapat dilakukan dengan efektif dan sukses,” ujarnya.

Intan berharap ke depan dengan upaya dan dukungan BRIN riset tentang laut dalam di Indonesia dapat berkembang lebih pesat dan menghasilkan penemuan-penemuan penting dan pemanfaatan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.

Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Nining Setyowati Dwi Andayani, mengatakan 70% dari sumber daya manusia yang didukung BRIN difokuskan untuk riset laut dalam dan maritim.

Kualitas sumber daya manusia harus unggul agar dapat menghasilkan inovasi yang cemerlang di masa depan. Hal ini sangat penting mengingat pertimbangan geografis Indonesia dan potensi sumber daya yang dimiliki di bidang hayati, antariksa, maritim, laut dalam, dan nuklir, kata Nining.

Nining mengatakan salah satu kebijakan BRIN untuk mendukung kegiatan riset adalah dengan membuka platform yang tak terbatas hanya untuk sumber daya manusia saja.

Upaya ini mencakup peningkatan anggaran untuk sumber daya manusia dan infrastruktur dalam riset, termasuk riset laut dalam dan maritim.

Tujuan dari kebijakan ini, menurut Nining, untuk meningkatkan jumlah periset Indonesia dan menyatukan komponen sumber daya manusia, anggaran, serta infrastruktur agar dapat terintegrasi dan diolah bersama.

Exit mobile version