Labuan Bajo – Tim Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa akan menggelar kegiatan pelatihan penanganan ikan hasil tangkapan dan penggunaan aplikasi internet bagi nelayan.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Rabu (24/4) dan Kamis (25/4) untuk mendukung pengembangan pariwisata di Labuan Bajo. Tim ekspedisi pinisi sedang menyelesaikan pelayaran trip 5 dan sandar di Labuan Bajo. Labuan Bajo adalah titik ke-49 dari target 74 titik singgah.
Menurut Koordinator Program Ekspedisi Pinisi Moh Abdi Suhufan, untuk penanangan hasil tangkapan ikan yang baik, serta sosialisasi penggunaan aplikasi internet bagi nelayan. Kegiatan ini bekerjasama dengan KKP, serta Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Informasi (BAKTI).
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), M Zulficar Mochtar mengatakan, pembinaan nelayan kecil perlu mendapat perhatian pemerintah. Sebab menjadi tumpuan penangkapan ikan di Indonesia.
“Nelayan kecil perlu mendapat perhatian khusus, apalagi nelayan di Labuan Bajo yang hasil tangkapannya langsung dipasarkan ke hotel dan restoran untuk konsumsi wisatawan asing, sehingga penanganan ikan harus betul-betul higienis,” kata Zulficar.
KKP mendukung pariwisata Labuan Bajo melalui dukungan penyediaan sarana dan prasarana bagi nelayan kecil. Salah satu bentuk dukungan adalah penyediaan aplikasi internet bagi nelayan agar dapat menangkap ikan secara efisien dengan bantuan perangkat teknologi.
“Nelayan Indonesia mesti adaptif terhadap teknologi komunikasi agar kegiatan penangkapan ikan dapat berlangsung efisien” ujar Zulficar.
Informasi tentang lokasi penangkapaan, kapan waktunya dan pasarnya di mana saja akan disediakan melalui platform internet yang sudah dikembangkan oleh BAKTI berkerjasama dengan beberapa service provider lainnya.
Selain kegiatan pelatihan penanganan ikan hasil tangkapan bagi nelayan, tim Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa menggelar kampanye penanggulangan sampah plastik di laut.
“Kami akan membantu kampanye penanggulangan sampah plastik melalui aksi bersih sampah yang akan dilakukan nelayan bersama masyarakat Labuan Bajo,” kata Abdi Suhufan.
Kegiatan ini merupakan kontribusi ekspedisi untuk pariwisata Labuan Bajo. “Pariwisata Labuan Bajo yang tumbuh pesat mesti mendapat dukungan masyarakat,” ujarnya.*
