Oleh: Desi Noviani
UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) kembali mengirimkan perwakilan mahasiwa untuk mengikuti kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya tahun 2019. Tim ENJ UGM yang terdiri dari 21 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi, akan melakukan ekspedisi di Desa Dullah Laut, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Provinsi Maluku.
Kegiatan ini dimulai 4 Juli hingga 29 Juli 2019. Pada Jumat (28/6), telah dilaksanakan pelepasan sekaligus pembekalan bagi perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut bertempat di Ruang Multimedia 2, Gedung Pusat, UGM.
Pelepasan dihadiri oleh Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Kemaritiman) Ir Elvi Wijayanti MSc, Direktur Kemahasiswaan UGM Dr R Suharyadi MSc dan pembina tim ENJ UGM Agus Hartono, SE, MEc Dev.
ENJ adalah program sosial kemasyarakatan inisiasi dari Kemenko Kemaritiman melalui Deputi Bidang Koordinasi SDM IPTEK dan Budaya Maritim. Terselenggaranya program tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan kemaritiman dan membangkitkan budaya maritim bagi generasi muda Indonesia.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hingga tahun 2018, sebanyak 8.000 mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan ENJ.
Pada tahun 2019, ditargetkan sebanyak 1.000 mahasiswa dari 40 perguruan tinggi berpartispasi berlayar memasuki pulau – pulau terdepan di seluruh wilayah Indonesia.
Elvi Wijayanti mengatakan, potensi alam di Indonesia sangat besar bukan hanya daratan namun juga meliputi 2/3 luas wilayahnya berupa lautan, serta kondisi penduduknya yang heterogen.
“Kita mempunyai banyak potensi besar dalam kemaritiman dan sudah di posisi ini maka tidak boleh berhenti menggapai cita – cita ke depan dalam meningkatkan peran di sektor maritime,” ujarnya.
Elvi mengimbau kepada generasi muda supaya dapat melakukan lebih banyak eksplorasi kekayaan laut Indonesia sebagai negara maritim.
Pembekalan yang disampaikan oleh Elvi salah satunya mengenai penguatan wawasan kemaritiman dan kapasitas SDM yang kompeten dan berdaya saing di Kemenko Maritim, yakni meliputi pendidikan kemaritiman, sertifikasi profesi kemaritiman, pelatihan teknis kemaritiman, penningkatan kapasitas SDM kemaritiamn dan kepariwisataan, percepatan sertifikasi SDM kemaritiman, kurikulum kemaritiman, dan Gerakan Indonesia Bersih (GIB).
Pelepasan dipimpin oleh Elvi Wijayanti didampingi dengan Suharyadi melalui penyematan topi dan slayer ENJ 2019 kepada perwakilan tim.
Tahun ini, ENJ UGM mengangkat tema “Pengembangan Potensi Kemaritiman Lokal Desa Dullah Laut, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Provinsi Maluku dalam Mendukung Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia”.
Koordinator ENJ UGM 2019 Zulfi Rima Mardiana mengatakan, selama ini pembangunan di kawasan timur mengalami ketertinggalan dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Salah satunya berada di Desa Dullah Laut, sebagai lokasi pengabdian tahun ini.
Menurut Zulfi, Desa Dullah Laut memiliki potensi alam yang sangat kaya, hasil laut yang melimpah, serta keindahan alam yang mempesona menjadi karunia Tuhan yang tak ternilai harganya.
Rupanya hal tersebut belum mampu dimanfaatkan dengan baik. “Kami 21 orang (mahasiswa) dari berbagai bakcground pendidikan, berniat untuk mengabdi kurang lebih sebulan lamanya melalui Ekspedisi Nusantara Jaya,” katanya.
Kegiatan tim di lokasi pengabdian diwujudkan ke dalam beberapa program kerja yang disusun oleh masing – masing divisi meliputi aspek pendidikan, aspek lingkungan, aspek kesehatan dan aspek ekonomi-pariwisata.
Program ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan kebijakan pembangunan daerah, khususnya di kawasan timur, dan diharapkan dapat mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia.*
