Pelaksana Tugas Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI, Nugroho Dwi Hananto mengatakan, kerja sama ini diwadahi Konsorsiun riset samudera yang berdiri sejak 27 September 2017, di dalamnya tergabung seluruh instansi dan perguruan tinggi yang melakukan riset samudera di Indonesia. Tiga hal yang dilakukan konsorsium ini adalah pada program, infrastruktur, dan pendanaan.
Menurut Nugroho, keanekaragaman hayati dan non hayati yang besar menjadikan Indonesia sebagai daerah penelitian bagi hampir seluruh peneliti oseanografi di dunia. “Untuk itu kita perlu berkoordinasi dalam bidang program agar masing-masing institusi di Indonesia ini dapat saling bekerja sama untuk lebih memantapkan pengetahuan mengenai kekayaan alam Indonesia,” ujarnya.
Melalui konsorsium ini diharapkan infrastruktur di Indonesia menjadi lebih baik.
Nugroho mengatakan, tujuan pelayaran TRIUMPH ini adalah untuk mengetahui pola lintas arus di Indonesia terhadap cuaca, pola iklim, dan biodiversitas yang ada. Peluang mendapatkan spesies baru sangat terbuka lebar, karena belum ada orang yang ke sana.
Riset TRIUMPH juga akan menggali interaksi samudera dan atmosfer yang penting untuk memperluas horizon pengetahuan Indonesia tentang pergaruh dinamika samudera dan atmosfer yang sangat mempengaruhi pola cuaca dan iklim Indonesia.





Komentar tentang post