Menpora Dukung Ekspedisi Pinisi

Kapal layar Pinisi Pusaka Indonesia

Kapal Layar Motor (KLM) Pinisi Pusaka Indonesia yang digunakan tim Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa. FOTO: TIM EPBN

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrowi memberikan dukungan untuk program Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa (EPBN). Ekspedisi ini merupakan kerjasama Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) dan Yayasan Makassar Skalia (YMS).

“Karakter maritim bangsa ini mesti terus dikuatkan, salah satunya melalui kegiatan ekspedisi pinisi yang jangkaunnya sangat luas sampai dipelosok negeri” kata Imam Nahrowi, Selasa (12/2) di Jakarta.

Hari ini, Menpora menerima Koordinator Program EPBN Moh Abdi Suhufan dan Sekretaris Jenderal ISKINDO Sofyan Hasan di kantor Menpora.

Menpora berharap melalui kegiatan ini semakin membangkitkan jiwa dan semangat maritim generasi muda Indonesia. Karena itu, ISKINDO mesti selalu tampil didepan dalam kampanye dan advokasi pembangunan maritim.

“Program ekspedisi pinisi sangat relevan dgn upaya kita utk promosikan kegiatan maritim bagi generasi muda, agar bangsa ini tidak kehilangan jati diri” kata Imam.

FOTO: TIM EPBN

Koordinator Program EPBN, Moh Abdi Suhufan mengatakan, ekspedisi pinisi bakti telah menjangkau 18 dari 74 titik singgah. “Dukungan Menpora hari ini akan menambah semangat kami untuk melanjutkan pelayaran ini sampai tuntas pada 17 Agustus 2019 nanti,” kata Abdi.

Dalam pelayaran trip menuju titik 18 dan 19 di Raja Ampat dan Sorong, ekspedisi akan melakukan serangkaian kegiatan workshop, kampanye anti destructive fishing, clean the beach dan pelatihan keterampilan nelayan dalam penggunaan e-logbook.

Ekspedisi Pinisi akan menggelar Focus group discussion (FGD) membahas strategi pariwisata berkelanjutan di Raja Ampat dan workshop dengan tema upaya pengurangan Sampah Plastik di Kota Sorong.

“Ibu Erna Witoelar akan hadir di Raja Ampat besok untuk fasilitasi pertemuan multistakeholder guna mencari solusi tentang model pariwisata berkelanjutan” ujar Abdi.

Kegiatan ekspedisi pinisi trip 3 mendapat dukungan dari Blue Abadi Fund, SEA Project-USAID, Conservation International, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Prov Papua Barat, Pemkot Sorong dan Pemda Raja Ampat.*

Exit mobile version