KEPULAUAN Togean memiliki banyak tempat untuk memanjakan wisatawan. Lokasi ini menjadi pilihan segala usia.
Terdapat seratusan lebih pulau-pulau kecil di Togean. Wisatawan dapat memilih, apa yang diinginkan dalam perjalanan wisatanya. Berperahu, memancing, snorkeling, berjemur, menyusuri pantai atau pepohonan dan masih banyak lagi.
Biasanya, setelah tiba di Pelabuhan Wakai, ongkos perahu dengan mesin tempel atau katinting, Rp 600 ribu. Ini perjalanan laut menuju pulau-pulau di Togean, seperti ke Malenge dan lokasi lainnya.
Yang tidak ingin menggunakan perahu sewaan, bisa menggunakan kapal motor. Kapal ini dengan biaya yang lebih murah, akan singgah di beberapa pelabuhan di pulau-pulau kecil, hingga Dolong.
Bagi yang ingin menyelam dapat memilih lokasi di Dive Resort yang tersedia, seperti di Pulau Kadidiri.
Menuju Togean, wisatawan dapat menggunakan dua jalur pelayaran.
Dari Ampana, ibu kota Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah, kemudian ke Pelabuhan Wakai. Lama perjalanan dengan kapal penyeberangan selama enam jam. Ada pula perahu cepat (speed boat) dengan waktu dua jam.
Biasanya wisatawan dari Pelabuhan Ampana sudah melakukan perjalanan dari Makassar, Poso atau Palu.
Jalur kedua dari Gorontalo ke Wakai. Pelayaran dengan menggunakan kapal feri Tuna Tomini, dua kali dalam sepekan, Selasa dan jumat.
Jalur pelayaran ini paling sibuk di pertengahan tahun. Wisatawan asing asal Eropa, biasanya mengambil jalur ini dari Manado. Dengan rute, Manado-Gorontalo dan Togean.
Sejak Juli hingga September ini, banyak wisatawan mancanegara yang akan ke Togean mengambil titik transit di pelabuhan feri Gorontalo. Mereka akan menginap di homestay Harry & Mimin. Begitu pula sebaliknya, wisatawan dari Togean ke Gorontalo.
Wisatawan mancanegara dari Togean ke Manado atau Makassar, transit di Gorontalo. Sebelum melanjutkan perjalanan, sebagian masih bermalam di homestay Harry & Mimin.
Seperti yang dilakukan Magali Lelievre, wisatawan asal Perancis bersama wisatawan Eropa lainnya Ma Ritournelle dan Romain Lopez. Pada 17 Agustus, bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan RI, mereka tiba di Gorontalo. Mereka menginap di homestay Harry & Mimin.
Wisatawan ini bersama warga setempat, mengikuti perayaan 17 Agustus. Selanjutnya, Ma Ritournelle dan Romain Lopez melanjutkan perjalanan ke Manado.
Magali masih berada di Gorontalo melakukan bersih sampah plastik di pantai Botubarani dan Tamboo, pada 19 Agustus. Selanjutnya, Magali ke Makassar, melanjutkan perjalanan wisatanya ke Malaysia.*
