Ekspedisi Oceanx Leg 5, Habitat Terumbu Karang di Pulau Bangka dan Talise

Crew RV OCEAN XPLORER dan tim Peneliti Leg-5. FOTO: Tim Multimedia Oceanx

Oleh: Dr. Eghbert Elvan Ampou (Peneliti Ahli Madya, Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN)

Edisi kali ini penulis ingin membagikan sebagian pengalaman dan informasi khususnya habitat terumbu karang di Pulau Bangka dan Talise dengan menggunakan Kapal Riset canggih Oceanx. Pada tanggal 10-24 Agustus 2024, penulis mendapat kesempatan untuk mengikuti Pelayaran Mission Indonesia 2024 Leg 5 dengan Kapal Riset (Research Vessel) RV. Oceanxplorer di perairan Sulawesi Utara.

Ekspedisi ini melibatkan Institusi terkait baik dalam dan luar negeri yakni: Aquamarine Fukushima, Marine Science Museum; Tim Media NHK-Jepang, South African Marine Biodiversity Institute and Nelson Mandela University; Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT); FPIK Universitas Pattimura (UNPATTI); dan 2 (dua) perwakilan Petugas Penghubung (Liasion Officer-LO) dari TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.

Fokus dari misi kali ini adalah eksplorasi fosil hidup ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis). Namun penulis juga mendapat kesempatan untuk melakukan observasi terkait habitat terumbu karang.

Pulau Talise dan Bangka, keduanya terletak di Sulawesi Utara, berada di bawah pengelolaan Kecamatan Likupang Barat dan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulau Talise dan Pulau Bangka dan lokasi survei serta pengambilan sampel transek foto habitat terumbu karang (red)

Pulau Talise, yang juga merupakan lokasi Kampung Bahari Nusantara pertama di Sulawesi Utara, berdekatan dengan markas Belanda di masa lalu. Sedangkan Pulau Bangka, yang terkenal dengan keindahan pantainya, juga berada di wilayah administrasi Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara.

Pulau Talise dan Pulau Bangka, terletak pada posisi 1°53’41” LU – 125°05’19” BT dan 1°43’52” LU – 125°09’31” BT, tepatnya di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Indonesia.

Lokasi Pulau Talise berjarak sekitar 60 km dari Kota Manado dengan luas pulau 200 ha. Sementara itu, Pulau Bangka, yang juga terletak di sebelah Pulau Talise, memiliki luas 4.778 ha.

Pulau Bangka dan Talise relatif dekat dengan wilayah KEK Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara dan Taman Nasional Bunaken. Secara umum Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah wilayah dengan batas tertentu dalam wilayah hukum Indonesia yang ditetapkan untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu.

KEK bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi nasional, mendukung industrialisasi, dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Dengan monitoring sensus visual menggunakan kamera bawah air dan didampingi oleh Dive Safety Officer: Steve Hudson, secara umum kondisi habitat terumbu karang di Kepulauan Bangka dan Talise dicirikan oleh tipe terumbu tepi (fringing reef) dengan rataan terumbu (reef flat), lereng terumbu (reef slope), dinding terumbu (reef wall) termasuk pembentukan tonjolan (spur) dan cerukan (groove) pada habitatnya serta la tête de nègre (black head-kepala hitam).

Berdasarkan sensus visual yang dilakukan saat pengumpulan data, diperkirakan terdapat >300 tipe habitat terumbu karang dengan spesies dan asosiasi karang yang sangat beragam dengan substrat dominan pasir (sand) dan pecahan karang (rubble).

Di beberapa lokasi juga terdapat terumbu karang dan terumbu karang patchy/pinnacle reef, terutama lokasi penyelaman Batu Sahaung dan Batu Gosoh di Pulau Bangka, sementara di Pulau Talise sangat identik dengan gua-gua kecil di pesisir dan dinding karang yang kaya akan keanekaragaman hayati laut termasuk terumbu karang.

Adapun beberapa gambaran hasil monitoring habitat terumbu karang di Pulau Bangka dan Talise sebagai berikut:

FOTO-FOTO: KOLEKSI EGHBERT ELVAN AMPOU
FOTO-FOTO: KOLEKSI EGHBERT ELVAN AMPOU
FOTO-FOTO: KOLEKSI EGHBERT ELVAN AMPOU
FOTO-FOTO: KOLEKSI EGHBERT ELVAN AMPOU
FOTO-FOTO: KOLEKSI EGHBERT ELVAN AMPOU
FOTO-FOTO: KOLEKSI EGHBERT ELVAN AMPOU
FOTO-FOTO: KOLEKSI EGHBERT ELVAN AMPOU

Diharapkan kegiatan survei terumbu karang ini dapat dilakukan secara berkesinambungan dan menjadi salah satu data dukung buat pemangku kepentingan terkait, diantaranya pengembangan ekoeduwisata dalam pengelolaan berkelanjutan yang bertanggungjawab khususnya di kawasan perairan pesisir Indonesia dan lebih khusus masyarakat pesisir Pulau Talise dan Pulau Bangka yang secara geografis berdekatan dengan KEK Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.

Selain kegiatan substansi, salah satu momen langka dan sangat berkesan dalam ekspedisi Oceanxplorer bertepatan juga dengan HUT Kemerdekaan RI ke 79, ”Nusantara Baru, Indonesia Maju” dan diperingati dengan upacara bersama Tim riset dengan Kapten Kapal beserta crew RV Oceanx.

Semoga dengan momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 80, ”Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” tahun 2025 harapannya kelak Indonesia bisa mempunyai Kapal Riset canggih dan mumpuni seperti RV. Oceanx lewat para filantropis sejati dalam negeri Indonesia agar kawasan pesisir dan laut Indonesia bisa di eksplore lebih dalam lagi demi kemajuan NKRI.

Speedboat yang dipakai untuk monitoring habitat terumbu karang (kiri atas). Proses briefing di bagian buritan kapal RV Oceanx dengan Dive Safety Officer: Steve Hudson sebelum melakukan aktivitas penyelaman (kanan atas). Jadwal untuk mendampingi salah satu rekan peneliti BRIN dengan Helikopter melakukan monitoring mamalia laut (Cetacean): Paus, Lumba-lumba dan Pesut, dari kiri-kanan: LO TNI-AU, Teknisi, Pilot wanita dan Peneliti BRIN (kiri bawah) dan Submersible yang dipakai untuk eksplorasi fosil hidup ikan purba Coelacanth (kanan bawah). FOTO-FOTO: KOLEKSI EGHBERT ELVAN AMPOU
Exit mobile version