Kamis, Juni 4, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

redaksi
9 Oktober 2025
Kategori : Kajian
0
Ini Rekomendasi Sosiolog Universitas Negeri Gorontalo Untuk Penyelesaian Konflik Pohuwato

Dr. Funco Tanipu. FOTO: DARILAUT.ID

Oleh: Dr. Funco Tanipu (Sosiolog, Founder The Gorontalo Insitute)

Dalam bahasa Gorontalo, tulidu punya dua makna yang saling bertolak belakang namun saling menjelaskan: ular dan lurus. Dua arti ini bukan kebetulan, melainkan cermin cara orang Gorontalo memahami kehidupan.

Sebagai kata benda, tulidu berarti ular — makhluk yang selalu libu-libudu (melilit), molohungo (memutar), dan yibu-yibungo (melingkar-lingkar). Tak pernah lurus. Namun sebagai kata sifat, tulidu-motulidu berarti lurus, tegak, jujur, dan bersih.

Dari dua makna ini, muncul renungan yang dalam. Ular tidak pernah lurus. Karena itu orang Gorontalo bertanya dengan nada lembut tetapi menusuk: omoluwo tulidu motulidu? — kapan ular bisa lurus?

Pertanyaan ini sesungguhnya ditujukan pada manusia. Selama hati masih berliku, penuh tipu daya dan keinginan, maka manusia pun belum otulide lo hilawo.

Dari pertanyaan itulah muncul kesadaran bahwa hati — hilawo — harus dijaga. Hilawo musi popotulidulo, hati harus diluruskan. Hati yang jamotulidu (tidak lurus) pasti ayita-ayita’o (terikat) pada selain Ode Eeya dan akan terus berputar seperti tulidu yang melilit pada tango-tangowalo (ranting) dan hitango-tangowa (bercabang). Maka tugas manusia adalah melepaskan lilitan itu agar hati kembali tegak.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Dr Funco Tanipugorontalo
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Program Studi S1 Pendidikan Masyarakat UNG Meraih Akreditasi Unggul

Next Post

Topan Halong Terletak di Selatan Tokyo

Postingan Terkait

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

3 Juni 2026
Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Program Prioritas, Risiko Mercusuar

Next Post
Topan Halong Terletak di Selatan Tokyo

Topan Halong Terletak di Selatan Tokyo

TERBARU

Analisis NASA: Topan Jangmi Memiliki Diameter Ujung Spektrum yang Lebih Besar

Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Tiga Paus Sperma Terlihat di Teluk Manado

Dampak Khas Peristiwa El Niño

Topan Jangmi Mendarat di Wakayama, Jepang

AmsiNews

REKOMENDASI

Kabut Asap, Lanal Tanjung Balai Karimun Sosialisasi Keselamatan Pelayaran

Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia Deklarasikan Pengentasan Kemiskinan

47 Kelurahan di Kota Gorontalo Terendam Banjir

Skor Kemakmuran Indonesia Tertinggi di Dunia, Melampaui Jepang, AS dan Inggris

Waspada Kebakaran Hutan, September Masih Sangat Panas

Jembatan Cinta, Tracking Mangrove di Sebatik, Perbatasan Indonesia-Malaysia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.