Ilmuwan lainnya menduga adanya keragaman yang tersembunyi (cryptic diversity) dari ubur-ubur api. Seperti hasil studi terkait dengan struktur genetik 54 sampel Physalia dari perairan New Zealand dan Australia.
Studi ini menemukan hasil analisis yang kompleks dan tidak konsisten sehingga mereka menduga adanya substantial cryptic diversity pada ubur-ubur api.
Cryptic diversity menunjukkan bahwa hewan tersebut memiliki keragaman diversitas secara genetik, namun memiliki morfologi yang sangat mirip seolah hanya satu jenis hewan saja.
Genus Physalia memiliki ciri berwarna biru-ungu dan memiliki kantung berisi gas yang disebut dengan pneumatophore asimetris serta tentakel yang menjuntai hingga beberapa meter.
Secara ilmiah, ubur-ubur api pertama kali dideskripsikan dan dipublikasikan oleh Linnaeus pada tahun 1758 dengan nama binomial Physalia physalis. Taksonomi hewan tersebut telah mengalami beberapa kali revisi.
Berikut ini taksonomi lengkap ubur-ubur api atau P. physalis (Schuchert, 2020):
Kingdom: Animalia (Haeckel, 1866)
Phylum: Cnidaria (Hatschek, 1888)
Class: Hydrozoa (Owen, 1843)
Sub-class: Hydroidolina (Collins, 2000)
Order: Siphonophorae (Eschscholtz, 1829)
Sub-order: Cystonectae (Haeckel, 1887)
Family: Physaliidae (Brandt, 1835)
Genus: Physalia (Lamarck, 1801)





Komentar tentang post