Darilaut– Organisasi Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia atau Burung Indonesia melakukan diseminasi program konservasi mangrove di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Teluk Tomini.
Burung Indonesia akan melaksanakan refleksi program konservasi mangrove tersebut dan menggelar pameran produk ramah lingkungan berbasis ekosistem mangrove di Marisa, Pohuwato, pada 28 April mendatang.
Hari ini, Sabtu (25/4), Burung Indonesia melakukan penanaman bibit mangrove.
Burung Indonesia telah menjalankan program konservasi mangrove “Sustainable Development and Mangrove Conservation in the Bay of Tomini, Indonesia”.
Program yang dijalankan Burung Indonesia mencakup empat komponen utama seperti perbaikan tata kelola ekosistem mangrove melalui kesepakatan perlindungan dan pengelolaan berbasis masyarakat; monitoring ekosistem mangrove berbasis masyarakat; pengembangan mata pencaharian berkelanjutan berbasis ekosistem mangrove; penyadartahuan dan penguatan jejaring dalam mendukung upaya restorasi mangrove.
Project Coordinator-Gorontalo Burung Indonesia Patmasanti mengatakan program ini terlaksana melalui kemitraan global Burung Indonesia dengan NABU dan Birdlife International.
“Sejak tahun 2022, Burung Indonesia mengelola program konservasi mangrove di lima wilayah pesisir Kabupaten Pohuwato, yakni Desa Torosiaje, Torosiaje Jaya, Bumi Bahari, Padengo, dan Dudewulo,” ujar Patmasanti.
Sebagai bagian dari proses monitoring dan evaluasi pelaksanaan program, Burung Indonesia melaksanakan pertemuan para pihak akan dilakukan untuk menyampaikan capaian program, berbagi pembelajaran dan membangun komitmen bersama dalam mendukung konservasi mangrove di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Program ini terlaksana lewat dukungan pendanaan pemerintah Jerman melalui kemitraan global Burung Indonesia dengan Birdlife Internasional dan kerjasama dengan Japesda sebagai mitra pelaksana di tingkat tapak.
Sejak dimulai hingga saat ini, berbagai inisiatif telah dikembangkan bersama Masyarakat, kata Patmasanti.
Untuk mengukur efektivitas capaian dan inisiatif tersebut, bulan Februari 2026, telah dilakukan evaluasi eksternal dengan menggandeng CIRCLE Indonesia, lembaga independen yang ahli bidangnya.
Patmasanti mengatakan proses ini akan dilanjutkan dengan pertemuan para pihak untuk menyampaikan hasil evaluasi dan menghimpun masukan berbagai pihak untuk perbaikan pengembangan program selanjutnya.
Dalam lokakarya diseminasi dan refleksi program konservasi yang dijalankan tahun 2022 – 2026, Burung Indonesia akan menyampaikan presentasi ringkasan capaian dan hasil evaluasi eksternal dan berbagi cerita dari perwakilan kelompok selama bekerja bersama Burung Indonesia.
Dalam rangkaian tersebut, akan digelar pameran foto hasil karya pemuda dan pelajar yang beririsan dengan ekosistem mangrove dan dokumentasi berbagai inisiatif yang dikembangkan oleh masyarakat di lima desa lokasi program.
Adapun pameran produk ramah lingkungan berbasis ekosistem mangrove, antara lain, ecoprint, produk rajutan menggunakan limbah kantong plastik, produk makanan berbahan mangrove seperti selai, sirup, stik mangrove dan berbagai produk turunan mangrove yang dihasilkan kelompok masyarakat.
Kegiatan lainnya berupa adopsi mangrove untuk menghimpun dukungan keberlanjutan pembibitan dan restorasi mangrove, donasi limbah kantong plastik, bazar buku Gramedia, serta pertunjukan seni dan permainan edukatif.
