Dengan adanya branding hiu paus, maka akan semakin menguatkan citra TNTC sebagai satu-satunya lokasi yang dapat dijumpai hiu paus setiap hari, sepanjang tahun.
Hal ini dapat meningkatkan daya tarik dan kesadaran wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Sekaligus menjaga, serta melindungi keberadaan hiu paus ini sepanjang masa.
Kepala Bidang Teknis Balai Besar TNTC, Manerep Siregar, mengatakan, sesuai arahan dari Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) tujuan branding ini agar setiap kawasan konservasi dapat memasarkan keunggulan dan daya tarik wisata dari kawasan masing-masing.
Sejak tahun 2011 hiu paus telah menjadi magnet untuk kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC). Dari data statistik Balai Besar TNTC, data pengunjung wisata TNTC lima tahun terakhir mengalami peningkatan dengan total jumlah kunjungan hingga tahun 2019 sebanyak 19.331.
Teluk Cenderawasih termasuk salah satu teluk terbesar di Indonesia. Kedalaman air di teluk berkisar 0 hingga 2000 meter.
Terdapat spesies ikan karang endemik dan terumbu karang endemik yang sudah diteliti di dalam kawasan.
Teluk Cenderawasih memiliki potensi wisata seperti di Pulau Rumberpon, Pulau Nusrowi, pulau Mioswaar, pulau Yoop dan perairan Windesi, serta Pulau Roon.





Komentar tentang post