Rabu, Mei 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

FIKP UMRAH Kerjasama Riset Internasional Mikroplastik dan Spesies Laut

redaksi
20 November 2018
Kategori : Berita
0
FIKP Umrah

FOTO: FIKP.UMRAH.AC.ID

Batam – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menjalin kerjasama riset internasional, terutama di kawasan Asia Pasifik, dengan Marine Ecology Research Center, First Institute of Oceanography, State Oceanic Administration/Ministry of Natural Resources (China).

Riset ini meliputi kajian bersama mikroplastik di lautan dan spesies laut yang terancam punah dan rentan. Riset mikroplastik seperti kajian oseanografi. Kemudian, kajian telemetri untuk memahami sirkulasi arus dan cuaca, serta aplikasi lainnya.

Kajian spesies laut, seperti duyung atau dugong (Dugong dugon), pesut (Orcaella brevirostris) dan penyu hijau (Chelonia midas). Spesies ini masuk dalam daftar merah IUCN dengan status konservasi rentan (threatened: vulnerable) untuk Duyung dan terancam punah (threatened endangered) untuk pesut dan penyu hijau.

Riset akan dilakukan dengan menggunakan peralatan unmanned aerial vehicle (UAV) atau lebih dikenal dengan drone, Unmanned Surface boat Vehicle (USVs), tagging satellite, buoy, bioakustik dan metode biologi molekuler.

Selanjutnya, dirintis pula, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta supervisi bersama program Doktoral bagi para dosen di lingkungan FIKP UMRAH.

Dekan FIKP UMRAH Dr Agung Dhamar Syakti mengatakan, telah terbentuk pula konsorsium riset antara peneliti Indonesia, Malaysia dan Thailand. Program ini dalam bentuk Marine Endangered Species Project (MESP). Riset MESP di perairan Asia Tenggara seperti di Trhang (Thailand), Teluk Brunei (Malaysia) dan Bintan (Indonesia).

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: FIKP UmrahMikroplastik
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

Paus Sperma yang Terdampar di Pantai Indonesia Januari – November

Next Post

Tsunami Palu, Belum Terbangun Infrastruktur Evakuasi yang Lengkap

Postingan Terkait

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

13 Mei 2026
Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

13 Mei 2026

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Krisis Iklim: Titik Kritis yang Berpotensi Menimbulkan Bencana

Hujan Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia Pertengahan Mei 2026

Dosen UNG Mengkaji Perlawanan Elit Gorontalo di Masa Kolonial

Krisis Iklim: Bumi Masih Bisa Menjadi Jauh Lebih Panas

Next Post
Jembatan kuning palu

Tsunami Palu, Belum Terbangun Infrastruktur Evakuasi yang Lengkap

Komentar tentang post

TERBARU

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

AmsiNews

REKOMENDASI

Indonesia Mengikuti Ajang Pameran Ikan Hias di Jerman

Gerhana Bulan, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Khusuf

Kabupaten Sorong Selatan Deklarasi Kawasan Konservasi Perairan Berbasis Adat

42 Orang Meninggal Karena Banjir dan Tanah Longsor di Filipina Selatan, 16 Hilang

Ekspedisi BRIN-OceanX, Mempelajari dan Menghormati Lautan

Bangkai Paus Ditemukan di Pulau Bunaken

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.