Temuan Kerangka Paus di TN Tanjung Puting

Kerangka paus diduga cetacea jenis Paus Sirip (Balaenoptera physalus) di Taman Nasional Tanjung Puting. FOTO: TN TANJUNG PUTING

Darilaut – Sebagai salah satu lokasi Ramsar Site di Indonesia, Taman Nasional (TN) Tanjung Puting tidak hanya menjadi habitat ratusan jenis burung, satwa lainnya dan flora seperti anggrek hitam.

Di kawasan lahan basah ini juga ditemukan kerangka paus. Temuan kerangka paus ini berupa tengkorak (kerangka kepala) dan lima ruas tulang ekor mamalia laut yang sudah tidak utuh.

Ukuran tengkorak cukup besar dengan panjang 230 cm dan lebar 125 cm.

Pada 2 Desember 2021 tim Balai TN Tanjung Puting menjalankan survey lapangan dan mendapat kerangka paus.

Temuan ini berdasarkan laporan dari salah satu warga setempat tentang adanya kerangka di lokasi tersebut.

Mengutip Tntanjungputing.id, diduga kerangka ini cetacea jenis Paus Sirip (Balaenoptera physalus). Dugaan ini didasarkan pada bentuk kerangka kepala yang menyerupai tengkorak paus jenis balin dan berbentuk “V” bila dilihat dari atas.

Kerangka paus tersebut diperkirakan memiliki panjang tubuh 12 meter.

Kerangka ini ditemukan di Pantai Sungai Bakau, Kabupaten Seruyan. Kondisi tulang tersebut ketika ditemukan telah terkubur sedalam 80 cm.

Catatan Balai TN Tanjung Puting, beberapa tahun yang lalu di pesisir pantai Sungai Perlu SPTN Wilayah II Kuala Pembuang ditemukan tulang belulang Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) dan Paus Sirip.

Mamalia tersebut masuk kategori dilindungi menurut PermenLHK nomor 106 tahun 2018.

Jenis mamalia lainnya telah teridentifikasi di TN Tanjung Puting ada 42 jenis dari 20 famili. Famili yang banyak ditemukan di Taman Nasional Tanjung Puting yaitu dari famili Vespertilionidae (9 jenis), Sciuridae (4 jenis), dan Cercopithecidae (4 jenis).

Jenis mamalia yang teridentifikasi di Taman Nasional Tanjung Puting yang masuk dalam kategori IUCN NT = Near Threatened (mendekati terancam) sebanyak 6 (Enam) jenis, VU = Vulnerable (terancam) sebanyak 7 (tujuh) jenis, EN = Endangered (terancam punah) sebanyak 1 (satu) jenis, CR = Critical Endangered (kritis), 1 (satu) jenis dan LC (Berisiko Rendah) sebanyak 27 jenis.

Exit mobile version