Berdasarkan identifikasi merk dagang menunjukkan bahwa merk dari Indonesia memiliki persentase terbesar, yakni 53,7 persen.
Kemudian sampah dengan merk luar negeri sebanyak 17 persen. Hasil identifikasi sampah ini berasal dari negara-negara tetangga seperti Maladewa 30,9 persen, Malaysia 23,5 persen dan China 15,5 persen. Sampah dari negara lainnya seperti Thailand, Singapura, Sri Lanka, India, Bangladesh dan Myanmar.*
Halaman 2 dari 2





Komentar tentang post