Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Sampah & Polusi

Sembilan Bukti Biota Laut Konsumsi Plastik di Indonesia

redaksi
7 November 2018
Kategori : Sampah & Polusi
0
Raja Laut

Fosil hidup ikan raja laut, Latimeria menadoensis. FOTO: DOK. Prof Dr Markus T Lasut MSc

PLASTIK dan mikroplastik telah menjadi ancaman nyata di pesisir dan laut. Akibat pencemaran sampah plastik di laut, telah ditemukan kandungan plastik berukuran mikro dan nano pada biota dan sumber daya laut di perairan Indonesia.

Apa saja temuan plastik dan mikroplastik pada biota laut di perairan Indonesia, ini buktinya:

1. Raja Laut

Menurut Prof Dr Markus T Lasut MSc dari Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi Manado secara tidak disengaja, telah ditemukan plastik di dalam usus besar spesimen fosil hidup ikan raja laut, Latimeria menadoensis.

Ikan raja laut (coelacanth) disebut sebagai fosil hidup atau ikan purba. Disebut fosil hidup karena tidak berubah sejak 400 juta tahun lalu itu. Ikan ini, menjadi populer setelah ditemukan di Pulau Manado Tua, pada 1997 dan 1998.

2. Penyu di Bali

Seekor penyu ditemukan mati pada Juli 2018 di pantai Penarukan, Kecamatan Buleleng, Bali. Penyu ini diduga mati karena telah memakan plastik. Tim dari Program Studi S1 Akuakultur, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Undiksha Singaraja, Bali, menemukan plastik di dalam perut penyu mati.

Kerongkongan penyu itu tersumbat plastik, sehingga makanan menumpuk di kerongkongan tidak bisa masuk ke saluran pencernaan dan akhirnya penyu itu mati.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Ikan raja lautMikroplastiksampah plastik
Bagikan26Tweet16KirimKirim
Previous Post

Indonesia Target Kurangi Sampah di Laut 70 Persen

Next Post

Spesies Unik Pari (Hiu) Lontar…

Postingan Terkait

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

17 April 2026
1 Miliar Ton Makanan Terbuang Sia-sia

Limbah Makanan Meningkat, Ratusan Juta Orang Menghadapi Kelaparan

31 Maret 2026

PBB Menobatkan 20 Kota Terpilih di Dunia Menuju Nol Limbah, Salah Satunya Kuala Lumpur Malaysia

Israel-AS Serang Depot Minyak di Teheran yang Bukan untuk Penggunaan Militer

Penelitian Terbaru Mikroplastik di Perairan Indonesia Ditemukan di Kedalaman 2 Kilometer

INC Pilih Ketua Baru untuk Memimpin Negosiasi Perjanjian Global Tentang Polusi Plastik

Keberlanjutan Pariwisata Tak Dapat Dipisahkan Dari Pengelolaan Sampah yang Baik

Wamenpar: 2.000 Desa di Indonesia Kembangkan Kegiatan Wisata Bahari

Next Post
pari lontar

Spesies Unik Pari (Hiu) Lontar...

Komentar tentang post

TERBARU

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

AmsiNews

REKOMENDASI

IPB dan Pemda Kepulauan Mentawai Dirikan Politeknik Maritim

WTO: Perdagangan Dapat Menjadi Solusi Mengatasi Krisis dan Tantangan Lingkungan

Kapal Perang Indonesia dan Jerman Latihan Bersama di Laut Mediterania

Asia Tenggara Rumah Bagi Sepertiga Hutan Mangrove

Unik, Ada Orca yang Mengadopsi Bayi Paus Pilot

Esperanza, Kapal Tercepat Greenpeace Pensiun

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.