APR ini telah menyediakan habitat baru bagi ikan karang. Selanjutnya lebih dari setahun telah terjadi rekrutmen karang secara alami dari berbagai jenis karang keras.
Munasik mengatakan, rehabilitasi terumbu karang di Indonesia umumnya terbuat dari bahan beton dengan struktur berbagai bentuk. Seperti berbentuk pipa, kubah atau piramida, batangan, kubus dan silinder.
“Sayangnya, sebagian besar terumbu buatan berbahan beton kurang berhasil, ditandai dengan kurangnya pertumbuhan biomassa karang,” katanya.
Terumbu buatan kurang berhasil karena struktur yang tidak stabil akibat pemilihan bentuk dan kesalahan pemasangan. Pemasangan terumbu buatan selama ini cenderung merusak terumbu karang alami.
Struktur atau substrat yang dipasang terlalu berat. “Lebih dari ratusan kilogram, namun teknologi pemasangan masih sederhana,” ujar Munasik.
Keberhasilan aplikasi terumbu buatan APR di perairan dangkal ini, menjadi sebuah harapan baru dalam pengembangan IPTEK rehabilitasi terumbu karang di Indonesia.*





Komentar tentang post