“Karena bidang kuliah saya Teknik Kelautan, akhirnya kami mengaplikasikan temuan ini untuk bangunan offshore yang berisiko mengalami korosi,” ujar Olin seperti dikutip Its.ac.id.
Ujicoba dilakukan pada bangunan lepas pantai yang, yakni platform atau bangunan Jacket. Platform jenis ini terpancang di laut dangkal dan laut sedang yang dasarnya tebal, lunak dan berlumpur di Madura.
Hasil penelitian ini, didapatkan bahwa variasi persentase massa ekstrak puntung rokok optimum sebesar 2 persen dengan laju korosi 28,6 mpy (miles per year). Dengan diberi nikotin dari puntung rokok, proses korosi bisa dihambat.
Hasil penelitian ini kemudian diikutkan dalam ajang tahunan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-32 tahun ini di Bali.
Untuk mengumpulkan puntung rokok, tim membuat asbak khusus. Asbak ini untuk mengumpulkan sampah puntung rokok.
Sampah rokok dikumpulkan di sejumlah titik strategis. Dengan demikian, secara tidak langsung penelitian ini mampu mengatasi masalah sampah puntung rokok di Indonesia.
Dengan adanya penelitian ini, pemerintah dapat membuat wadah sampah khusus untuk membuang sampah puntung rokok. Karena selain mengurangi sampah, terbukti kandungan dalam puntung rokok dapat digunakan sebagai penghambat korosi.*





Komentar tentang post