Ingin Tahu Tentang Dugong, Ini Caranya

Duyung

Dugong. FOTO: DOK. DSCP

SEEKOR dugong dilepas kembali ke habitatnya di perairan Sorong, Provinsi Papua Barat, Senin (18/3). Banyak cerita tentang juvenil dugong ini sebelum dilepas ke laut.

Begitupula kejadian terdamparnya dugong (Dugong dugon) atau yang masuk dalam jaring lainnya di banyak tempat.

Dugong atau duyung, termasuk salah satu satwa yang dilindungi secara nasional dan internasional. Namun, hingga kini masih ditemui keterbatasan data dan informasi mengenai duyung maupun habitatnya.

Sampai saat ini, penelitian dan penguatan data dasar masih menjadi isu utama untuk kegiatan perlindungan dan pelestarian satwa ini.

Bagaimana untuk mengetahui keberadaan spesies ini, seperti apa cara melakukan survei dan monitoring?

Secara singkat, ini cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan data ilmiah terhadap spesies dugong.

Langkah yang dapat dilakukan, pilih atau cari sebuah lokasi yang belum terdapat rekaman ilmiah keberadaan duyung. Ini target lokasi untuk melakukan survei.

Alur kegiatan survei dan monitoring duyung dan lamun.

Awali survei dengan menggunakan metode kuesioner. Hasil dari survei kuesioner menjadi landasan untuk langkah selanjutnya.

Jika tidak didapatkan informasi keberadaan duyung, survei di lokasi tersebut dihentikan,

Apabila terdapat informasi keberadaan duyung di perairan tersebut, maka survei dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Seperti apa tahap selanjutnya? Cari jejak makan dugung tersebut. Jejak makan duyung yang ditemukan sebagai informasi mengenai feeding ground duyung di perairan tersebut.

Selanjutnya, pada lokasi ditemukannya jejak makan duyung tersebut dilakukan pengamatan ekosistem lamun (sea grass) untuk mengetahui kondisi habitatnya.

Data distribusi duyung, dapat dilakukan dengan metode pengamatan visual.

Hasil dari survei duyung dan lamun tersebut menjadi data awal di lokasi tersebut (t0).

Monitoring duyung dan lamun dilakukan secara berkala di lokasi survei sebelumnya. Monitoring dilakukan dengan empat metode yaitu (1) kuesioner, (2) jejak makan, (3) ekosistem lamun dan (4) pengamatan visual.

Lebih jauh, tata cara survei dan monitoring, telah dibuat Panduan Survei dan Monitoring Duyung dan Lamun.

Metode survei dan monitoring di dalam panduan ini sangat praktis dan dapat diterapkan berbagai kalangan stakeholder yang lebih luas di Indonesia.

Metode yang terdapat dalam buku panduan ini dipilih dan disusun secara sistematis dan user friendly. Artinya, panduan ini dapat digunakan oleh semua pihak yang telah mendapatkan pelatihan metode survei dan monitoring duyung dan lamun.

Panduan tersebut disusun oleh tim Dugong and Seagrass Conservation Project (DSCP). Panduan Survei dan Monitoring Duyung dan Lamun diterbitkan tahun 2019.

Penyusunan buku tersebut merupakan salah satu program dari DSCP. Kegiatan DSCP merupakan kerja sama antara Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKHLKKP) dengan Pusat Penelitian Oseanografi-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2OLIPI), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-Institut Pertanian Bogor (FPIK-IPB) dan WWF Indonesia.*

Exit mobile version