Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Seperti Uni Eropa, Tingkat Kepatuhan Indonesia di IOTC 77 persen

redaksi
10 Agustus 2019
Kategori : Berita, Bisnis dan Investasi
0
Harga Cakalang Stabil di Bitung, Tuna Sirip Kuning Bervariasi

FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Tingkat kepatuhan Indonesia di Indian Ocean Tuna Commission (IOTC) pada tahun 2018 lalu sebesar 77 persen. Tingkat kepatuhan ini sama seperti skor kepatuhan Uni Eropa.

“Target kita di 2020 adalah sudah di atas 80 persen,” kata Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) M Zulficar Mochtar, Kamis (8/8).

IOTC adalah salah satu organisasi perikanan tuna regional atau Tuna Regional Fisheries Management Organization (TRFMO) yang mempunyai kewenangan untuk mengelola sumber daya ikan tuna di perairan Samudera Hindia.

Tim IOTC mengunjungi Indonesia 1 hingga 8 Agustus. Tim ini ke beberapa lokasi pendaratan tuna di Bali, antara lain PP Kedonganan dan PPN Pengambengan, serta Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap di Jawa Tengah untuk melihat situasi bongkar ikan dan pendataan ikan.

Tim IOTC yang datang ke Indonesia berjumlah 3 orang, yaitu James E Geehan, (Statistic and GIS Specialist of IOTC), David A Feary (Marine Resources Assessment Group IOTC) dan Sachiko Tsuji (Overseas Fisheries Cooperation Foundation Expert of Japan).

“Kami persilakan tim IOTC untuk meninjau cara pengisian logbook penangkapan ikan yang terkoneksi dalam satu data KKP, melihat aktivitas bongkar ikan tuna kapal >10 GT, melihat dermaga bongkar, dan mengunjungi kios pemasaran ikan untuk melihat hasil perikanan kapal <10 GT (one day fishing),” kata Zulficar.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: IOTCKKPperikanan tunaSamudera HIndia
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

IOTC: Implementasi Sistem E-logbook dan Program Observer Langkah Maju Indonesia

Next Post

Kapal Sumber Anugerah Alami Kebocoran di Perairan Natuna, Semua Penumpang Selamat

Postingan Terkait

Perubahan Iklim Makin Mengkhawatirkan

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

2 November 2026
New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

2 November 2026

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Next Post
Kapal Sumber Anugerah Alami Kebocoran di Perairan Natuna, Semua Penumpang Selamat

Kapal Sumber Anugerah Alami Kebocoran di Perairan Natuna, Semua Penumpang Selamat

Komentar tentang post

TERBARU

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

UNG Optimalkan Partisipasi Alumni

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

AmsiNews

REKOMENDASI

Rekor Gelombang Panas dan Hujan Deras

50 Persen Jenis Bambu di Indonesia Tumbuhan Endemik

Keliru, Tidak Ada Istilah Medis Detoksifikasi Vaksin COVID-19

Panas Ekstrem Karena Perubahan Iklim Mempengaruhi Kesehatan Tenaga Kerja Global

19 Juta Orang Terkena Dampak Topan Yagi di Vietnam

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.