Minggu, Oktober 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Bekerja di Kapal Perikanan China, Awak Indonesia Terlantar di Pakistan dan Hilang di Perairan Aceh

redaksi
23 Mei 2020
Kategori : Berita
0
Pakar Iklim dan Lingkungan: Corona Membuka Mata Kita Untuk Krisis yang Lebih Serius

Ilustrasi laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Derita Awak Kapal Perikanan (AKP) Indonesia yang bekerja di kapal ikan berbendera China kembali terungkap. Berdasarkan laporan yang diterima oleh Fisher Centre Bitung dan Fisher Centre Tegal pada tanggal 21 Mei 2020, saat ini terdapat 2 orang AKP asal Indonesia terlantar di negara Pakistan dan 2 orang AKP Indonesia hilang karena lompat dari kapal ikan berbendera China ketika melintasi perairan Aceh.

Ironisnya ke-4 korban tersebut diberangkatkan oleh satu manning agent yang sama yaitu PT Mandiri Tunggal Bahari (PT MTB). Komisaris dan Direktur PT MTB sejak tanggal 17 Mei 2020 sedang menjalani pemeriksaan oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah atas kasus kematian dan pelarungan AKP asal Indonesia yang juga bekerja di kapal berbendera China Lu Qing Yuan Yu 623.

Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan mengatakan, kedua kejadian ini memberi peringatan kepada bangsa Indonesia bahwa praktik kerja paksa dan perbudakan masih ada dan memakan korban AKP asal Indonesia di kapal asing.

“Berdasarkan screnning awal yang dilakukan oleh pengelola Fisher Centre Bitung dan Tegal mengindikasikan adanya praktik kerja paksa dan perdagangan orang yang dialami oleh AKP Indonesia yang bekerja di kapal ikan berbendera China,” kata Abdi.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: ChinaDFW-IndonesiaPerlindungan awak kapal perikanan
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

IORA Perkuat Kerjasama di Kawasan Samudera Hindia

Next Post

Pengamatan Hilal 1 Syawal 1441 H di Observatorium Bosscha

Postingan Terkait

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

25 Oktober 2026
6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

25 Oktober 2026

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

Next Post
Pengamatan Hilal 1 Syawal 1441 H di Observatorium Bosscha

Pengamatan Hilal 1 Syawal 1441 H di Observatorium Bosscha

Komentar tentang post

TERBARU

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

AmsiNews

REKOMENDASI

Kondisi Kering Mendominasi, Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

Balai TN Bunaken Lepas Penyu Hijau yang Masuk Perangkap Ikan

Topan Noul Melemah Menjadi Depresi Tropis di Pedalaman Cina

KRI John Lie-358 Menangkap Kapal Ikan Vietnam di Laut Natuna Utara

Hari Keanekaragaman Hayati, 1 Juta Spesies Hewan dan Tumbuhan Terancam Punah

Kemdiktisaintek Meluncurkan Program Magang Berdampak 2025

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.