Rabu, Juli 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Alih Kegiatan Tambang Emas dengan Perikanan di Gorontalo Utara

redaksi
14 Oktober 2020
Kategori : Berita
0
Alih Kegiatan Tambang Emas dengan Perikanan di Gorontalo Utara

Demplot budidaya rumput laut di Desa Buladu, Kecamatan Sumalata Timur, Gorontalo Utara. FOTO: ISTIMEWA

Darilaut – Potensi laut untuk kegiatan perikanan dan budidaya masih sangat terbuka di perairan Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Untuk itu, kegiatan ekstraktif seperti penambangan emas skala kecil dapat dialihkan melalui kegiatan perikanan dan budidaya rumput laut.

Hal ini yang dilakukan sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Sibermas (KKS) atau “KKS Pengabdian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Buladu Kecamatan Sumalata Timur, Gorontalo Utara.

Kegiatan pengabdian di Desa Buladu dengan Dosen Pembimbing Lapangan Dr Fitryane Lihawa dan Ibu Dr Femy M. Sahami.

Buladu yang perairannya berada di Laut Sulawesi merupakan salah satu desa yang menjadi lokasi pertambangan emas rakyat yang masih dilakukan secara tradisional.

Salah satu program KKS mahasiswa di Desa Buladu melalui pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan budidaya rumput laut.

Demplot budidaya rumput laut dengan memanfaatkan karamba jaring apung (KJA) yang tidak dimanfaatkan lagi oleh masyarakat.

Hasil observasi awal, perairan laut Buladu berpotensi untuk pengembangan budidaya rumput laut. Di musim tertentu perairannya tenang dan agak terlindung dengan adanya beberapa pulau-pulau kecil yang ada di lokasi tersebut.

Rumput laut ini dibudidayakan di luar KJA dan di dalam KJA. Ternyata rumput laut ini hanya bertahan kurang lebih 10 hari.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Budidaya Rumput Lautgorontalo utaralaut sulawesiUNG
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

Indah, Ubur-ubur Kosmik di Kedalaman 3000 Meter

Next Post

Angkatan Laut Indonesia dan Filipina Latihan Bersama

Postingan Terkait

Industri Media Mengalami Fenomena “Double Subsidy” dan Penurunan Kunjungan

AMSI Dukung Revisi UU Hak Cipta untuk Perbaiki Relasi Tidak Adil antara Platform AI dan Penerbit Berita

22 Juli 2026
Transplantasi karang

Perubahan Iklim Tantangan Terbesar Restorasi Terumbu Karang

22 Juli 2026

Bibit 92W di Laut Filipina Berpeluang Medium Menjadi Siklon Tropis

Kemampuan Mengenali dan Mengelola Stres Penting Bagi Tenaga Kependidikan UNG

Lebih Dari 140 Migran Tewas dan Hilang di lepas pantai Mauritania

Industri Media Mengalami Fenomena “Double Subsidy” dan Penurunan Kunjungan

Bibit Siklon Tropis 92W Terletak di Laut Filipina

Juli 2026 Tercatat 8 Prodi UNG Raih Akreditasi Unggul

Next Post
Angkatan Laut Indonesia dan Filipina Latihan Bersama

Angkatan Laut Indonesia dan Filipina Latihan Bersama

Komentar tentang post

TERBARU

AMSI Dukung Revisi UU Hak Cipta untuk Perbaiki Relasi Tidak Adil antara Platform AI dan Penerbit Berita

Perubahan Iklim Tantangan Terbesar Restorasi Terumbu Karang

Bibit 92W di Laut Filipina Berpeluang Medium Menjadi Siklon Tropis

Kemampuan Mengenali dan Mengelola Stres Penting Bagi Tenaga Kependidikan UNG

Lebih Dari 140 Migran Tewas dan Hilang di lepas pantai Mauritania

Industri Media Mengalami Fenomena “Double Subsidy” dan Penurunan Kunjungan

AmsiNews

REKOMENDASI

Banjir Melanda Seruyan, Kotawaringin Timur dan Donggala

Tarsius Rambut Putih Dari Minahasa

Turis Asing ke Indonesia 44 Persen Memilih Wisata Maritim

Perusahaan Besar Menghentikan Pelayaran di Laut Merah

Badai Tropis Nokaen Dapat Berdampak Hujan di Gorontalo dan Gelombang Tinggi di Talaud

Potensi Hujan Hari Ini Hingga 16 Maret di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.