Selasa, September 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Riwayat Tsunami Krakatau, Kapal Uap Berouw dan 600 Ton Karang Berpindah di Daratan

redaksi
27 Agustus 2021
Kategori : Berita
0
Tsunami Krakatau

Kapal uap “Berouw” berpindah 3,3 kilo meter dari tempatnya berlabuh karena hempasan gelombang tsunami akibat letusan gunungapi Krakatau pada 27 Agustus 1883. SIMKIN & FISKE/NONTJI (1993)

Darilaut – Letusan Gunungapi Krakatau pada 27 Agustus 1883 disusul dengan tsunami paling dahsyat. Letusan gunungapi ini yang terbesar dalam sejarah dan tercatat sebagai malapetaka paling merusak.

Seperti ditulis ahli kelautan Dr Anugerah Nontji (1993), letusan disusul tsunami tersebut telah memindahkan kapal uap “Berouw” yang sedang berlabuh di Pelabuhan Teluk Betung.

Di Kota Teluk Betung, tsunami menerjang dengan ketinggian gelombang 20 meter. Di Merak setinggi 40 meter.

Bongkahan batu karang seberat 600 ton tercerabut dan terangkat dari dalam laut. Kemudian dihempaskan ke daratan.

Bunyinya merambat hingga terdengar di Pulau Rodriguwz. Pulau ini terletak 1600 kilometer sebelah timur Madagaskar. Kurang lebih 4.563 kilometer dari Krakatau.

Dua pertiga bagian pulau seluas 5 x 8 kilo meter persegi diterbangkan saat puncak letusan.

Tsunami yang ditimbulkan luar biasa besarnya. Malapetaka akibat gempa dan tsunami ini tak terkira hebatnya. Terutama di pantai Pulau Jawa dan Sumatera yang berdekatan dengan Selat Sunda.

Menurut Nontji, kapal uap Berouw berpindah tempat ke lembah Sungai Kuripan. Jarak kapal terlempar sejauh 3,3 kilo meter dari tempat semula.

Kapal berpindah di ketinggian 9 meter, dengan jarak dari pantai 2,8 kilo meter.

Pelampung (bui) sebagai tempat tambat kapal “Berouw” terlempar di darat, di ketinggian 20 meter. Lokasi ini kemudian dijadikan monumen Krakatau.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Anugerah NontjiKrakatauTsunami KrakatauTsunami Selat Sunda
Bagikan11Tweet7KirimKirim
Previous Post

Karakteristik Sesar Aktif Teluk Tomini Belum Teridentifikasi Dengan Baik

Next Post

Misteri Kehidupan Ubur-Ubur Api

Postingan Terkait

Mengapa Mahkamah Konstitusi Menyidangkan PHPU Pilpres 2024 tahun 2026?

Mengapa Mahkamah Konstitusi Menyidangkan PHPU Pilpres 2024 tahun 2026?

22 September 2026
Typhoon Dujuan Near Tokyo

Typhoon Dujuan Near Tokyo

21 September 2026

Topan Dujuan Berada di Dekat Tokyo, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Gempa Teluk Tomini M 5,3 Guncang Banggai, Dirasakan IV-V MMI di Luwuk

Bibit Siklon Tropis 91W Berada di Dekat Guam

Menjelang Tenggat Waktu Agenda 2030 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Banyak yang Belum Sesuai Jalur

Lahan Terdampak Banjir Rob Dapat Dimanfaatkan Menanam Padi, Budi Daya Rumput Laut dan Ikan

Topan Dujuan Berada di Dekat Osaka dan Tokyo

Next Post
Misteri Kehidupan Ubur-Ubur Api

Misteri Kehidupan Ubur-Ubur Api

Komentar tentang post

TERBARU

Mengapa Mahkamah Konstitusi Menyidangkan PHPU Pilpres 2024 tahun 2026?

Typhoon Dujuan Near Tokyo

Topan Dujuan Berada di Dekat Tokyo, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Gempa Teluk Tomini M 5,3 Guncang Banggai, Dirasakan IV-V MMI di Luwuk

Bibit Siklon Tropis 91W Berada di Dekat Guam

Menjelang Tenggat Waktu Agenda 2030 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Banyak yang Belum Sesuai Jalur

AmsiNews

REKOMENDASI

Besok Operasi SAR Longsor Tambang Suwawa Gorontalo Ditutup

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

OVO, Grab, PMI, Baznas dan Rumah Zakat Bantu Korban Banjir Jabodetabek

LIPI Bahas Kerja Sama Energi Terbarukan dan Maritim dengan Belanda

Indonesia Telah Memiliki Regulasi Pengelolaan Sampah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.