Minggu, Mei 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

redaksi
7 September 2021
Kategori : Berita, Konservasi
0
Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

Hiu macan tutul (Leopard shark). FOTO: DAVID CLODE/JCU.EDU.AU

Darilaut – Penangkapan ikan yang berlebihan adalah ancaman universal yang mempengaruhi ratusan spesies hiu dan pari.

Sebuah studi global besar-besaran tentang hiu dan pari menunjukkan lebih dari sepertiga sekarang terancam punah.

Profesor Biologi Kelautan di James Cook University, Colin Simpfendorfer, mengatakan penilaian global pertama pada tahun 2014 menyimpulkan bahwa lebih dari 17 persen dari spesies ini terancam punah.

Studi terbaru meningkat menjadi lebih dari 32 persen. Ini termasuk tiga spesies yang sekarang terdaftar sebagai kemungkinan punah, mungkin mewakili kepunahan ikan laut global pertama karena penangkapan ikan yang berlebihan.

Menurut Profesor Simpfendorfer data yang tersedia untuk para ilmuwan tentang hiu, pari, dan chimaera sekarang jauh lebih besar daripada tahun 2014.

“Pada tahun 2014 kami melaporkan 1041 spesies dan menemukan bahwa 181 spesies terancam. Dalam laporan terbaru kami mencakup 1199 spesies, dengan 391 ditemukan terancam,” kata Profesor Simpfendorfer dalam siaran pers yang dikutip dari laman Jcu.edu.au, Selasa (7/9).

Simpfendorfer adalah salah satu penulis makalah yang dirilis hari ini di jurnal Current Biology. Profesor Simpfendorfer tim ilmuwan mengamati hampir 1.200 spesies hiu dan pari dan chimaera yang terkait erat.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: AustraliaDiambang KepunahanHiuHiu dan PariIUCNJames Cook UniversityKongres Konservasi Dunia IUCNSharks and Rays
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

Sepertiga Spesies Hiu dan Pari di Dunia Menuju Krisis Kepunahan

Next Post

Nelayan Kecil Masih Sulit Menangkap Ikan Tuna di Teluk Tomini

Postingan Terkait

Organisasi Konstituen Dewan Pers di Gorontalo Gelar Temu Jurnalis

Organisasi Konstituen Dewan Pers di Gorontalo Gelar Temu Jurnalis

17 Mei 2026
49 Mahasiswa Profesi Ners UNG Berikan Layanan Kesehatan

Fakultas Kedokteran UNG Edukasi Pencegahan Diabetes di Bone Bolango

16 Mei 2026

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Nanoplastik yang Berpotensi Masuk Dalam Darah Manusia

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

Potensi Hujan di Masa Peralihan ke Musim Kemarau

Mahasiswa Fakultas Kelautan UNG Bahas Transplantasi Terumbu Karang dan Konservasi Laut

Next Post
Riwayat Nelayan Penangkap Ikan Tuna yang Beralih Dari BBM ke Gas

Nelayan Kecil Masih Sulit Menangkap Ikan Tuna di Teluk Tomini

Komentar tentang post

TERBARU

Organisasi Konstituen Dewan Pers di Gorontalo Gelar Temu Jurnalis

Fakultas Kedokteran UNG Edukasi Pencegahan Diabetes di Bone Bolango

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Nanoplastik yang Berpotensi Masuk Dalam Darah Manusia

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

AmsiNews

REKOMENDASI

Cacar Monyet Klad Baru di Afrika Penyebarannya Lebih Cepat

Sosiolog UNG: Ini Tantangan Penjabat Gubernur Gorontalo

KKP Selamatkan Rp 3,1 Triliun Kerugian Negara

Setiap Orang Berperan Menjaga dan Melestarikan Keanekaragaman Hayati

Banjir Rendam Tanah Bumbu dan Kutai Timur

Masyarakat Tak Boleh Mendekati Gunungapi Anak Krakatau Radius 2 Kilometer

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.