Kamis, Oktober 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

redaksi
7 September 2021
Kategori : Berita, Konservasi
0
Hiu dan Pari Terancan Punah Karena Penangkapan Ikan Berlebihan

Hiu macan tutul (Leopard shark). FOTO: DAVID CLODE/JCU.EDU.AU

Darilaut – Penangkapan ikan yang berlebihan adalah ancaman universal yang mempengaruhi ratusan spesies hiu dan pari.

Sebuah studi global besar-besaran tentang hiu dan pari menunjukkan lebih dari sepertiga sekarang terancam punah.

Profesor Biologi Kelautan di James Cook University, Colin Simpfendorfer, mengatakan penilaian global pertama pada tahun 2014 menyimpulkan bahwa lebih dari 17 persen dari spesies ini terancam punah.

Studi terbaru meningkat menjadi lebih dari 32 persen. Ini termasuk tiga spesies yang sekarang terdaftar sebagai kemungkinan punah, mungkin mewakili kepunahan ikan laut global pertama karena penangkapan ikan yang berlebihan.

Menurut Profesor Simpfendorfer data yang tersedia untuk para ilmuwan tentang hiu, pari, dan chimaera sekarang jauh lebih besar daripada tahun 2014.

“Pada tahun 2014 kami melaporkan 1041 spesies dan menemukan bahwa 181 spesies terancam. Dalam laporan terbaru kami mencakup 1199 spesies, dengan 391 ditemukan terancam,” kata Profesor Simpfendorfer dalam siaran pers yang dikutip dari laman Jcu.edu.au, Selasa (7/9).

Simpfendorfer adalah salah satu penulis makalah yang dirilis hari ini di jurnal Current Biology. Profesor Simpfendorfer tim ilmuwan mengamati hampir 1.200 spesies hiu dan pari dan chimaera yang terkait erat.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: AustraliaDiambang KepunahanHiuHiu dan PariIUCNJames Cook UniversityKongres Konservasi Dunia IUCNSharks and Rays
Bagikan4Tweet3KirimKirim
Previous Post

Sepertiga Spesies Hiu dan Pari di Dunia Menuju Krisis Kepunahan

Next Post

Nelayan Kecil Masih Sulit Menangkap Ikan Tuna di Teluk Tomini

Postingan Terkait

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

22 Oktober 2026
Tiga Mahasiswa IPB Ciptakan Lamun Sebagai Penghambat Kanker Serviks

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

22 Oktober 2026

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Bersiap Menghadapi Puncak El Niño

Peristiwa El Niño Tak Bisa Dihentikan, Dampak Terburuk Bagi Manusia Dapat Dicegah

Peristiwa El Niño Bisa Mencapai Kekuatan yang Belum Pernah Terjadi, Melampaui Skala Pemantauan

Fenomena El Niño Kali Ini Sangat Masif Layaknya Bola Penghancur

Super Typhoon Champi Approaches Eastern Taiwan

Next Post
Riwayat Nelayan Penangkap Ikan Tuna yang Beralih Dari BBM ke Gas

Nelayan Kecil Masih Sulit Menangkap Ikan Tuna di Teluk Tomini

Komentar tentang post

TERBARU

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Bersiap Menghadapi Puncak El Niño

Peristiwa El Niño Tak Bisa Dihentikan, Dampak Terburuk Bagi Manusia Dapat Dicegah

Peristiwa El Niño Bisa Mencapai Kekuatan yang Belum Pernah Terjadi, Melampaui Skala Pemantauan

AmsiNews

REKOMENDASI

UNG Menggelar Wisuda ke-60

Stasiun Pengamatan Centennial Menyimpan Catatan Masa Lalu, Kini dan Masa Depan

Serap Aspirasi, Amran Anjulangi Diminta Perhatikan Kondisi Jalan Desa Maleo

Sengketa di Pelabuhan Marunda

Mengungkap Cahaya Misterius di Selatan Jawa, Samudera Hindia

ABK Indonesia dari Montevideo dan Lisabon Tiba di Jakarta

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.