Kamis, November 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dengan eDNA Peneliti Kaji Ekosistem Bawah Air di Gunung Anak Krakatau

redaksi
12 Oktober 2021
Kategori : Berita
0
Gunung Anak Krakatau

FOTO: PVMBG BADAN GEOLOGI ESDM

Darilaut – Tim peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University melakukan kajian penting mengenai ekosistem bawah air setelah letusan Gunungapi Anak Krakatau.

Peneliti IPB University, Dr Hawis Madduppa mengatakan timnya telah meneliti gugusan pulau Krakatau di Provinsi Lampung, Sumatera pada akhir September lalu. Tim riset berusaha mengungkap kehidupan bawah air dengan menggunakan teknologi DNA lingkungan (eDNA).

“Kami mengamati taksa mikroba utama yang memasuki ekosistem melalui mekanisme aerial. Kami melakukan pengamatan spora menggunakan sampel spora siklon di daratan pantai Anak Krakatau dan di perairan terumbu karang di sekitar Kepulauan Krakatau, yang merupakan Cagar Alam dan Cagar Alam Laut,” ujar Hawis Dosen IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan ini, mengutip Ipb.ac.id.

Gunung Anak Krakatau muncul dari laut di Selat Sunda antara Jawa dan Sumatera pada tahun 1930. Gunung ini tumbuh dengan kecepatan sekitar 4 meter per tahun.

Tahun 2018 terjadi letusan besar dan tanah longsor yang memicu tsunami. Letusan terakhir di bulan April 2020.

“Ini menarik untuk dikaji. Terutama tentang ekosistem baru pada tahap awal pengembangan gunung. Kajian ini juga untuk menentukan kolonisasi mikroba serta peran penting mereka dalam pengembangan ekosistem mikroba di perairan sekitar dan tanah,” ujar Hawis.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Gunung Anak KrakatauHawis MadduppaIPB University
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Pemerintah Akan Terus Replikasi Model Rehabilitasi Mangrove

Next Post

Memantau Gunung Api dengan Citra Satelit

Postingan Terkait

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

5 November 2026
Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

4 November 2026

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Atlet Renang UNG Memboyong 5 Medali Emas Piala Gubernur Sulut 2026

Danau Koroneia di Yunani Utara Terus Menyusut

Sejarah World Tsunami Awareness Day, Edukasi Menyelamatkan Nyawa

Topan In-fa Terletak di Selatan Tokyo

Kearifan Lokal Smong Masuk Kurikulum Sekolah di Simeulue

Next Post
Gunungapi Anak Krakatau Erupsi, Ini Potensi Bahaya

Memantau Gunung Api dengan Citra Satelit

Komentar tentang post

TERBARU

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Atlet Renang UNG Memboyong 5 Medali Emas Piala Gubernur Sulut 2026

Danau Koroneia di Yunani Utara Terus Menyusut

Sejarah World Tsunami Awareness Day, Edukasi Menyelamatkan Nyawa

AmsiNews

REKOMENDASI

Ratusan Ribu Rumah Tanpa Listrik Setelah Badai Franklin Meninggalkan Republik Dominika

Hiu Paus Masuk Jaring Kapal Purse Seine di Perairan Gorontalo

Profesor Riset LIPI: Pandemi Covid-19 Membuat Pola Hidup Berubah

Masyarakat Pesisir Kabupaten Lingga Terlibat Aktif dalam Penetapan Kawasan Konservasi

Anomali Suhu Permukaan Laut di Pasifik Khatulistiwa Pusat Fenomena El Niño

Fashion dan Konstruksi Teratas Berkontribusi Terhadap Polusi dan Hilangnya Keanekaragaman Hayati

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.