Kamis, November 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dengan eDNA Peneliti Kaji Ekosistem Bawah Air di Gunung Anak Krakatau

redaksi
12 Oktober 2021
Kategori : Berita
0
Gunung Anak Krakatau

FOTO: PVMBG BADAN GEOLOGI ESDM

Dr Hawis menjelaskan teknik molekuler digunakan untuk menentukan taksa mikroba yang ada. DNA sampel akan diekstraksi menggunakan kit DNeasy PowerSoil dengan modifikasi Tournier.

Amplifikasi berikutnya dari wilayah gen 16S V4 untuk bakteri dan archaea dan wilayah ITS2 untuk jamur.

Menurut Hawis setelah pemrosesan bioinformatika, taksa akan ditetapkan dengan mengacu pada basis data yang sesuai. Ordinasi akan dilakukan untuk menilai hubungan antara struktur komunitas mikroba, lokasi dan kimia substrat dengan analisis kesamaan (ANOSIM) untuk menilai perbedaan antar kelompok.

Namun, kata Hawis, sifat kejadian vulkanik yang tidak dapat diprediksi membuat studi menjadi sulit. Hal ini yang menyebabkan kesenjangan dalam pemahaman kita tentang bagaimana ekosistem pulih setelah letusan gunung berapi.

Ketika abu vulkanik jatuh, baik sebagai aliran piroklastik atau dari awan letusan bersifat steril dan kurang nutrisi.

Selama ratusan tahun, perkembangan tanah di atas endapan abu mengarah ke andosol yang sangat subur. Ini yang menyebabkan kepadatan penduduk yang tinggi di pulau-pulau vulkanik seperti Jawa.

Peneliti Departemen Teknologi Hasil Perairan IPB University Dr Kustiariyah Tarman menjelaskan bahwa secara khusus, pada tahap awal suksesi, kolonisasi oleh populasi mikroba akan menjadi penting.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Gunung Anak KrakatauHawis MadduppaIPB University
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Pemerintah Akan Terus Replikasi Model Rehabilitasi Mangrove

Next Post

Memantau Gunung Api dengan Citra Satelit

Postingan Terkait

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

5 November 2026
Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

4 November 2026

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Atlet Renang UNG Memboyong 5 Medali Emas Piala Gubernur Sulut 2026

Danau Koroneia di Yunani Utara Terus Menyusut

Sejarah World Tsunami Awareness Day, Edukasi Menyelamatkan Nyawa

Topan In-fa Terletak di Selatan Tokyo

Kearifan Lokal Smong Masuk Kurikulum Sekolah di Simeulue

Next Post
Gunungapi Anak Krakatau Erupsi, Ini Potensi Bahaya

Memantau Gunung Api dengan Citra Satelit

Komentar tentang post

TERBARU

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Atlet Renang UNG Memboyong 5 Medali Emas Piala Gubernur Sulut 2026

Danau Koroneia di Yunani Utara Terus Menyusut

Sejarah World Tsunami Awareness Day, Edukasi Menyelamatkan Nyawa

AmsiNews

REKOMENDASI

Shackleton, Penjelajah Tangguh Antartika Awal 1900-an

Gempa Dahsyat Beruntun M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 164 Orang Tewas

Foto: Suasana Penghitungan Suara di Kabupaten Gorontalo

Mati Mesin dan Kandas, 99 Penumpang KMP Permata Lestari V Selamat

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

Ada 650 Spesies Ikan Hias di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.