Minggu, Juni 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Indikator Sosial Ekonomi Perlu Didorong untuk Monitoring Tuna

redaksi
23 Desember 2021
Kategori : Berita, Bisnis dan Investasi
0
Teknologi Asap Cair, Cara Mengawetkan Ikan yang Ramah Lingkungan

Ikan tongkol. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Ahli dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University Dr Lucky Adrianto, mengusulkan pentingnya mendorong monitoring perikanan tuna dengan indikator sosial ekonomi pada 2022-2024 di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 573.

Menurut Lucky indikator sosial ekonomi perikanan tuna neritik di WPP 573 Provinsi Jawa Barat harus diperbaiki. Status sosial ekonomi neritik tuna masih ada konflik yang dipicu dinamika alat penangkapan.

Namun demikian, konflik dapat diselesaikan dengan baik dan status ekonomi ternyata memiliki dukungan yang bagus.

Hal ini karena kepemilikan aset dari tuna neritik naik 50 persen dalam lima tahun terakhir. Tidak hanya itu, pendapatan rumah tangga dalam perspektif lebih tinggi dari UMR juga dinilai cukup baik.

Namun, perilaku nelayan skala kecil dalam hal saving ratio masih rendah, tetapi tidak spesifik untuk tuna.

Dari aspek kelembagaan, pengelolaan perikanan tuna masih bervariasi dan tergolong rendah. Dalam konteks formalisasi dan aturan di bawahnya masih belum terlalu baik.

Monitoring dengan indikator sosial ekonomi tersebut harus didorong daripada basis ekologi. Terdapat tiga level indikator berdasarkan sosial ekonomi, yakni indikator level negara, kemudian indikator level komunitas,dan indikator level operasi bisnis.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: IPB Universityperikanan tunaWPP 573
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Merkuri Dapat Meracuni Sumber Pangan

Next Post

Odette, Badai Terkuat di Filipina

Postingan Terkait

Bibit Siklon Tropis 90S Masih Berada di dekat Pulau Enggano Bengkulu

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

6 Juni 2026
Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

6 Juni 2026

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

Pemodelan Instrumen Penting dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

Next Post
Topan Odette Bawa Angin Kencang dan Hujan di Palawan, Filipina

Odette, Badai Terkuat di Filipina

Komentar tentang post

TERBARU

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

AmsiNews

REKOMENDASI

Nasir Giasi Ajak Pemuda Lestarikan Tradisi Koko’o di Bulan Ramadan

Tim Medis Universitas Negeri Gorontalo Dukung Posko Layanan Kesehatan Pascabencana di Aceh

Waspada Adanya Peningkatan Curah Hujan

Virus Corona, Penyelenggara Pelabuhan Identifikasi Semua Kapal

Pengembangan Varian Baru AI yang Menyalahi Etika Paling Berbahaya

Gunung Api Anak Krakatau Meletus

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.