Senin, September 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Indikator Sosial Ekonomi Perlu Didorong untuk Monitoring Tuna

redaksi
23 Desember 2021
Kategori : Berita, Bisnis dan Investasi
0
Teknologi Asap Cair, Cara Mengawetkan Ikan yang Ramah Lingkungan

Ikan tongkol. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Ahli dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University Dr Lucky Adrianto, mengusulkan pentingnya mendorong monitoring perikanan tuna dengan indikator sosial ekonomi pada 2022-2024 di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 573.

Menurut Lucky indikator sosial ekonomi perikanan tuna neritik di WPP 573 Provinsi Jawa Barat harus diperbaiki. Status sosial ekonomi neritik tuna masih ada konflik yang dipicu dinamika alat penangkapan.

Namun demikian, konflik dapat diselesaikan dengan baik dan status ekonomi ternyata memiliki dukungan yang bagus.

Hal ini karena kepemilikan aset dari tuna neritik naik 50 persen dalam lima tahun terakhir. Tidak hanya itu, pendapatan rumah tangga dalam perspektif lebih tinggi dari UMR juga dinilai cukup baik.

Namun, perilaku nelayan skala kecil dalam hal saving ratio masih rendah, tetapi tidak spesifik untuk tuna.

Dari aspek kelembagaan, pengelolaan perikanan tuna masih bervariasi dan tergolong rendah. Dalam konteks formalisasi dan aturan di bawahnya masih belum terlalu baik.

Monitoring dengan indikator sosial ekonomi tersebut harus didorong daripada basis ekologi. Terdapat tiga level indikator berdasarkan sosial ekonomi, yakni indikator level negara, kemudian indikator level komunitas,dan indikator level operasi bisnis.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: IPB Universityperikanan tunaWPP 573
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Merkuri Dapat Meracuni Sumber Pangan

Next Post

Odette, Badai Terkuat di Filipina

Postingan Terkait

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

7 September 2026
4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

6 September 2026

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Next Post
Topan Odette Bawa Angin Kencang dan Hujan di Palawan, Filipina

Odette, Badai Terkuat di Filipina

Komentar tentang post

TERBARU

Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Lebih Dari 6.000 Meter, Tidak Ada Anomali Muka Air Laut

UNG Jalin Kerjasama Dengan PT Hasjrat Abadi

Penutupan 8 Bandara Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau Diperpanjang, 1.558 Penerbangan Tertunda

150 Ribu Penumpang dan 467 Penerbangan Terdampak Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup

4 Bandara Ditutup Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

BRIN Perkenalkan Sistem Deteksi Dini Karhutla Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

MMI, Cara Mengukur Skala Kekuatan Gempa

Hanya 15 Persen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Berjalan Sesuai Rencana

Penegakan Hukum di ZEE Indonesia ada di TNI Angkatan Laut dan KKP

Kapal Nur Allya Mengalami Likuifaksi

Covid-19, Kemenhub: Penumpang Kapal Gunakan Masker

296 Ribu Orang Dievakuasi Akibat Topan Talim di Cina dan Vietnam

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.