Selasa, September 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Arkeologi Lahan Basah

redaksi
2 Juni 2022
Kategori : Berita
0
Bernilai Ekonomi Tinggi, Ikan Sidat Dewasa di Danau Limboto, Memijah di Laut

Sungai yang menghubungan Danau Limboto dan laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Sejumlah peradaban kuno muncul di lahan basah. Karena itu, sudah waktunya memprioritaskan penelitian, pelestarian, dan pemanfaatan situs-situs arkeologi lahan basah.

Bagi arkeolog, lahan basah (wetland) ibarat sebuah buku yang setiap halamannya berisi tentang budaya masa lalu dengan segala tingkat peradabannya.

Peneliti Senior Puslit Arkenas, Nurhadi Rangkuti mengistilahkan dengan “Arkeologi Lahan Basah” atau Wetland Archaeology. Menurut Nurhadi adanya peradaban kuno yang muncul dari lahan basah, sehingga sudah tiba waktunya memprioritaskan penelitian, pelestarian, dan pemanfaatan situs-situs arkeologi di lahan basah.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Arkeologi, Fadlan S. Intan mengatakan lahan basah dikenal sejak adanya Konvensi Ramsar pada tahun 1971 yang dihadiri oleh 18 negara. Konvensi Ramsar adalah perjanjian internasional untuk konservasi dan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.

Kemudian oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1991 telah dirativikasi dengan Keppres No. 48 Tahun 1991 tentang Pengesahan Convention On Wetlands Of International Importance Especially As Waterfowl Habitat.

Sebagai negara yang telah meratifikasi Konvensi Ramsar, maka Indonesia berkewajiban tidak hanya melakukan perlindungan terhadap lokasi lahan basah yang terdaftar dalam Situs Ramsar.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: ArkeologiBRINKonvensi RamsarLahan Basah
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Indonesia Mengikuti Ajang Pameran Ikan Hias di Jerman

Next Post

2,2 Juta Jiwa Menderita dan Mengungsi Karena Bencana Alam

Postingan Terkait

Mengapa Mahkamah Konstitusi Menyidangkan PHPU Pilpres 2024 tahun 2026?

Mengapa Mahkamah Konstitusi Menyidangkan PHPU Pilpres 2024 tahun 2026?

22 September 2026
Typhoon Dujuan Near Tokyo

Typhoon Dujuan Near Tokyo

21 September 2026

Topan Dujuan Berada di Dekat Tokyo, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Gempa Teluk Tomini M 5,3 Guncang Banggai, Dirasakan IV-V MMI di Luwuk

Bibit Siklon Tropis 91W Berada di Dekat Guam

Menjelang Tenggat Waktu Agenda 2030 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Banyak yang Belum Sesuai Jalur

Lahan Terdampak Banjir Rob Dapat Dimanfaatkan Menanam Padi, Budi Daya Rumput Laut dan Ikan

Topan Dujuan Berada di Dekat Osaka dan Tokyo

Next Post
Banjir Melanda Kabupaten Malinau

2,2 Juta Jiwa Menderita dan Mengungsi Karena Bencana Alam

Komentar tentang post

TERBARU

Mengapa Mahkamah Konstitusi Menyidangkan PHPU Pilpres 2024 tahun 2026?

Typhoon Dujuan Near Tokyo

Topan Dujuan Berada di Dekat Tokyo, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Gempa Teluk Tomini M 5,3 Guncang Banggai, Dirasakan IV-V MMI di Luwuk

Bibit Siklon Tropis 91W Berada di Dekat Guam

Menjelang Tenggat Waktu Agenda 2030 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Banyak yang Belum Sesuai Jalur

AmsiNews

REKOMENDASI

Pemangku Adat Suku Bantik Tolak Reklamasi di Pesisir Malalayang, Manado

Pemahaman Masyarakat Soal Ekosistem Mangrove Masih Rendah

Program Agribisnis Perikanan UNG Perkuat Transformasi Akademik

Karya Pramoedya Ananta Toer Menyajikan Perspektif Sejarah Berbeda

5 Jurnalis, Pemandu bersama Kapten Kapal dan ABK yang Hilang di Selat Sunda Masih Dalam Pencarian

Topan Saudel Mengarah ke Okinawa dan Taiwan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.