Jumat, Oktober 9, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Arkeologi Lahan Basah

redaksi
2 Juni 2022
Kategori : Berita
0
Bernilai Ekonomi Tinggi, Ikan Sidat Dewasa di Danau Limboto, Memijah di Laut

Sungai yang menghubungan Danau Limboto dan laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Sejumlah peradaban kuno muncul di lahan basah. Karena itu, sudah waktunya memprioritaskan penelitian, pelestarian, dan pemanfaatan situs-situs arkeologi lahan basah.

Bagi arkeolog, lahan basah (wetland) ibarat sebuah buku yang setiap halamannya berisi tentang budaya masa lalu dengan segala tingkat peradabannya.

Peneliti Senior Puslit Arkenas, Nurhadi Rangkuti mengistilahkan dengan “Arkeologi Lahan Basah” atau Wetland Archaeology. Menurut Nurhadi adanya peradaban kuno yang muncul dari lahan basah, sehingga sudah tiba waktunya memprioritaskan penelitian, pelestarian, dan pemanfaatan situs-situs arkeologi di lahan basah.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Arkeologi, Fadlan S. Intan mengatakan lahan basah dikenal sejak adanya Konvensi Ramsar pada tahun 1971 yang dihadiri oleh 18 negara. Konvensi Ramsar adalah perjanjian internasional untuk konservasi dan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.

Kemudian oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1991 telah dirativikasi dengan Keppres No. 48 Tahun 1991 tentang Pengesahan Convention On Wetlands Of International Importance Especially As Waterfowl Habitat.

Sebagai negara yang telah meratifikasi Konvensi Ramsar, maka Indonesia berkewajiban tidak hanya melakukan perlindungan terhadap lokasi lahan basah yang terdaftar dalam Situs Ramsar.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: ArkeologiBRINKonvensi RamsarLahan Basah
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

Indonesia Mengikuti Ajang Pameran Ikan Hias di Jerman

Next Post

2,2 Juta Jiwa Menderita dan Mengungsi Karena Bencana Alam

Postingan Terkait

El Niño Terus Menguat, Puncaknya Diperkirakan Desember 2026

El Niño Terus Menguat, Puncaknya Diperkirakan Desember 2026

8 Oktober 2026
Topan Nolo Melemah di Timur Tenggara Tokyo, Koguma Menguat

Topan Nolo Melemah di Timur Tenggara Tokyo, Koguma Menguat

8 Oktober 2026

Jangkauan Luas El Niño: Kekeringan, Gagal Panen Hingga Banjir Besar

Sistem Peringatan Dini Terkait Suhu Panas dan Kesehatan Berpotensi Melindungi 1,5 Miliar Orang

Ratusan Ilmuwan dan Pakar Kesehatan Dorong Penguatan Tata Kelola Penanganan Panas.

Panas Ekstrem Membahayakan Kesehatan Ibu dan Bayi

Mahasiswa UNG Juara Pertama Kompetisi Esai Nasional

2 Prodi Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG Raih Akreditasi Unggul

Next Post
Banjir Melanda Kabupaten Malinau

2,2 Juta Jiwa Menderita dan Mengungsi Karena Bencana Alam

Komentar tentang post

TERBARU

El Niño Terus Menguat, Puncaknya Diperkirakan Desember 2026

Topan Nolo Melemah di Timur Tenggara Tokyo, Koguma Menguat

Jangkauan Luas El Niño: Kekeringan, Gagal Panen Hingga Banjir Besar

Sistem Peringatan Dini Terkait Suhu Panas dan Kesehatan Berpotensi Melindungi 1,5 Miliar Orang

Ratusan Ilmuwan dan Pakar Kesehatan Dorong Penguatan Tata Kelola Penanganan Panas.

Panas Ekstrem Membahayakan Kesehatan Ibu dan Bayi

AmsiNews

REKOMENDASI

KPU Kabupaten Gorontalo Bahas Pelaksanaan Kampanye calon Bupati dan Wakil Bupati

Alumni UNG Dapat Menerapkan Pengetahuan dan Berkontribusi Positif Bagi Masyarakat

King Richard X Tenggelam di Batam, KPLP Antisipasi Pencemaran Minyak

Belum Ada Laporan Kasus Monkeypox di Indonesia

Gempa Laut Karangasem Akibat Sesar Naik Busur Belakang Flores

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG Raih Berbagai Prestasi Tingkat Nasional

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.