Namun juga Pemerintah bisa merencanakan pembangunan untuk memanfaatkan lahan basah di wilayah – wilayah tersebut secara bijaksana.
Lahan basah telah menjadi salah satu pilihan manusia sebagai hunian sejak dahulu kala. Banyak situs arkeologi yang ditemukan di daerah lahan basah dan mempunyai karakter untuk peradaban tersendiri.
Seperti di situs Air Sugihan. Situs ini merupakan sungai purba di lahan basah. Situs Air Sugihan berada di Desa Banyubiru, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Organ Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Kawasan ini termasuk area Transmigrasi Air Sugihan Kanan.
Menurut Fadlan posisi Air Sugihan yang berada di muara sungai di jalur pelayaran, memungkinkan adanya komunikasi dengan daerah luar sejak awal.
“Wilayah tersebut merupakan pintu masuk pengaruh budaya dari luar yang nantinya akan menumbuhkan peradaban besar di bagian barat Nusantara,” kata Fadlan.
Sejumlah penelitian di wilayah Air Sugihan pantai timur Sumatera Selatan di awali tahun 1988 dengan ditemukannya berupa guci dari Dinasti Sui (6-7 M), manik-manik (kaca Indo-Pasifik, kaca emas, dan batu komelian) yang berasal dari Mesir (abad ke 4-11 M).
Berdasarkan temuan ini, menurut Fadlan, menguatkan dugaan bahwa telah ada permukiman kuno pra-Sriwijaya di wilayah Air Sugihan.





Komentar tentang post