Darilaut – Gunung api Anak Krakatau meletus pada Selasa (24/1) malam pukul 23.11 WIB.
Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Selasa, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 70 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Selasa pukul erupsi terjadi pukul 22.29 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 60 mm dan durasi 50 detik.
Sementara letusan Selasa pukul 19.57 WIB, tinggi kolom teramati ± 300 m di atas puncak (± 457 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur.
Sehari sebelumnya, pada Senin (23/1) terjadi letusan pukul 09.28 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 300 m di atas puncak (± 457 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 53 mm dan durasi 38 detik.
Pusat Vulkanologi merekomendasikan bagi masyarakat/ pengunjung/ wisatawan/ pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif.





Komentar tentang post