Darilaut – Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) menetapkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) varian JN.1 sebagai ‘varian menarik’. Organisasi ini juga terus memantau penyebaran varian JN.1 secara global.
Menurut WHO vaksin yang ada saat ini dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit parah dan kematian akibat kasus tersebut, serta varian lain yang beredar.
Meskipun penilaian saat ini terhadap risiko kesehatan masyarakat global tergolong “rendah”, WHO memperingatkan bahwa dengan dimulainya musim dingin di Belahan Bumi Utara, varian baru ini “dapat meningkatkan” beban infeksi saluran pernafasan di banyak negara. Termasuk penyakit lainnya, seperti RSV, influenza dan pneumonia pada anak.
Penyebaran JN.1
Klasifikasi JN.1 sebagai varian kepentingan terpisah (VOI) disebabkan oleh “penyebarannya yang meningkat pesat” di seluruh dunia, kata WHO dalam sebuah peringatan yang dikeluarkan pada hari Selasa (19/12).
JN.1 telah ditemukan di banyak negara, termasuk India, Tiongkok, Inggris, dan Amerika Serikat.
Sebelumnya JN.1 diklasifikasikan dan dilacak sebagai bagian dari garis keturunan induknya BA.2.86, yang merupakan keturunan dari varian Omicron atau B.1.1.529 dari SARS-CoV-2, virus penyebab penyakit COVID-19.
Dibandingkan dengan garis keturunan induknya BA.2.86, JN.1 memiliki mutasi tambahan (mutasi L455S) pada protein lonjakan.




