Selasa, November 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pemerintah Kota Gorontalo dan Pemangku Adat Menggelar Tenggeyamo 1 Syawal 1445 H

redaksi
10 April 2024
Kategori : Berita
0
Pemerintah Kota Gorontalo dan Pemangku Adat Menggelar Tenggeyamo 1 Syawal 1445 H

Prosesi tenggeyamo 1 Syawal 1445 Hijriah di rumah dinas Wali Kota Gorontalo. FOTO: HUMAS PEMKOT

Darilaut – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo bersama pemangku adat menggelar prosesi tenggeyamo 1 Syawal 1445 Hijriah. Dalam prosesi ini Pemkot Gorontalo resmi menetapkan 1 Syawal 1445 Hijriah pada Rabu 10 April 2024.

Keputusan ini diumumkan dalam prosesi adat motenggeyamo yang digelar di rumah dinas Wali Kota Gorontalo, Selasa (9/4) malam.

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menjelaskan bahwa tenggeyamo adalah tradisi turun-temurun yang dilakukan untuk menentukan awal bulan pada tahun Hijriah berdasarkan perhitungan astronomi dan kearifan lokal.

Tradisi yang dilaksanakan setiap penentuan tanggal pada hari besar agama, melibatkan para pemangku adat dan pemimpin setempat, yang berkumpul untuk memberikan tanggapan mengenai pergerakan bulan yang mereka amati.

Sebagai tauwa lo lipu, Marten mengatakan, tenggeyamo merupakan pemberitahuan resmi dari lembaga adat dan pemerintah daerah kepada umat Islam mengenai awal Ramadan dan awal Syawal.

Meskipun pemerintah pusat telah menetapkan awal Ramadan secara nasional, tradisi tenggeyamo di Kota Gorontalo tetap dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.

Bagi Marten, tradisi tenggeyamo bukan hanya sekadar kegiatan formal, melainkan juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Gorontalo dalam menyambut bulan suci Ramadan dan menyambut hari raya Idul Fitri.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Kota GorontaloMarten TahaMotenggeyamoTenggeyamo
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Media Massa Berperan Memberi Masukan dan Kritik

Next Post

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1445 H Jatuh pada 10 April 2024

Postingan Terkait

Topan In-fa Terletak di Selatan Tokyo

Topan In-fa Terletak di Selatan Tokyo

3 November 2026
Kearifan Lokal Smong Masuk Kurikulum Sekolah di Simeulue

Kearifan Lokal Smong Masuk Kurikulum Sekolah di Simeulue

3 November 2026

Tsunami Bencana Paling Mematikan

Kekuatan Kearifan Lokal Smong dari Pulau Simeulue Aceh, Menyelamatkan Nyawa untuk Mitigasi Bencana Tsunami

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia: Kisah Tentang Smong dari Pulau Simeulue Aceh

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Next Post
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1445 H Jatuh pada 10 April 2024

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1445 H Jatuh pada 10 April 2024

TERBARU

Topan In-fa Terletak di Selatan Tokyo

Kearifan Lokal Smong Masuk Kurikulum Sekolah di Simeulue

Tsunami Bencana Paling Mematikan

Kekuatan Kearifan Lokal Smong dari Pulau Simeulue Aceh, Menyelamatkan Nyawa untuk Mitigasi Bencana Tsunami

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia: Kisah Tentang Smong dari Pulau Simeulue Aceh

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

AmsiNews

REKOMENDASI

Pencari Kepiting yang Hilang di Kendari Ditemukan Meninggal

Sistem Peringatan Dini dan Evakuasi Bencana

Cari Badan Pesawat, Korban dan Kotak Hitam, Tim SAR Kerahkan 34 Kapal

Kapal Aqila Terombang Ambing di Laut Bali

GEF Sediakan Dana $43 Juta untuk Pemulihan Spesies dan Ekosistem

Hiu Berjemur 2 Kali Ditemukan di Perairan Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.