Darilaut – Gempa bumi dahsyat yang menggucang Myanmar mengakibatkan kehancuran infrastruktur dan merusak bangunan, serta ribuan orang meninggal dunia.
Merespon peristiwa tersebut, Pemerintah Indonesia telah mengirimkan bantuan logistik dan peralatan pada Senin (31/3) dan Selasa (1/4).
Pemerintah Indonesia mengirimkan Tim _Urban Search and Rescue_(USAR) ke Myanmar sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap negara yang sedang dilanda bencana.
Selain Tim USAR juga perwakilan Kemenlu dan TNI total 73 personel. Untuk sementara waktu bertugas selama dua minggu dan bisa menyesuaikan jika masih dibutuhkan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, mengatakan, bantuan ini merupakan kebutuhan yang dibutuhkan Myanmar dan juga sebagai bentuk dukungan Indonesia kepada negara yang sedang dilanda bencana.
“Kita bergerak atas permintaan negara Myanmar, dari Pemerintah Myanmar meminta bantuan melalui Kemenlu kemudian berkoordinasi,” kata Suharyanto.
Pengiriman bantuan ini juga telah disepakati dalam rapat tingkat menteri yang telah dilaksanakan satu hari setelah kejadian gempa dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Suharyanto mengatakan bantuan yang diberikan adalah yang terbesar, TNI mengerahkan kekuatan dan armada, Kementerisn Kesehatan menyiapkan 1 tim kesehatan lengkap dokter spesialis dan umum, serta obat-obatan baik dari pemerintah atau swasta.




