Darilaut – Eropa meluncurkan satelit baru Metop-SGA1 untuk pemantauan cuaca global, iklim, dan komposisi atmosfer. Satelit ini juga untuk penyampaian prakiraan cuaca yang lebih akurat dan peringatan dini guna membantu melindungi jiwa dan harta benda.
Satelit menuju orbit kutub sekitar 800 kilometer di atas permukaan Bumi, dan segera mulai mentransmisikan banyak observasi yang tepat waktu, beresolusi dan berkualitas tinggi dari enam instrumen pelengkap.
Data ini akan melanjutkan peran rangkaian satelit Metop sebagai sumber observasi meteorologi terpenting di Eropa untuk prakiraan mulai dari 12 jam hingga 10 hari ke depan.
Metop-SGA1 (Metop Second Generation A1) atau Metop Generasi Kedua A1 diluncurkan dengan roket Ariane-62 dari Pelabuhan Antariksa Eropa di Kourou, Guyana Prancis, pada 13 Agustus.
Ini satelit cuaca pertama dari generasi berikutnya yang mengorbit kutub Eropa dan juga menjadi tuan rumah misi pemantauan atmosfer Copernicus Sentinel-5 yang baru.
Menurut EUMETSAT, sebagai satelit pertama dalam program Sistem Polar EUMETSAT – Generasi Kedua (EPS-SG), EPS-SG juga akan mendukung perekonomian di seluruh Eropa, dengan perkiraan pengembalian investasi minimal 20 banding 1.
Satelit ini membawa serangkaian instrumen yang telah berevolusi dan sepenuhnya baru yang dirancang untuk memberikan data penting bagi prakiraan cuaca, prediksi badai, pemantauan iklim, dan berbagai layanan serta aplikasi lainnya.




