Darilaut – Herbarium Bogoriense saat ini menyimpan hampir 1 juta koleksi, terdiri atas tumbuhan berbiji, jamur, dan tumbuhan berspora yang disimpan dalam bentuk kering dan basah. Dengan jumlah koleksi tersebut, Herbarium Bogoriense tercatat yang terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.
Gedung Herbarium Bogoriense didirikan 14 Agustus 1841 bertempat di Kompleks Cibinong Science Center (CSC) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Herbarium merupakan tempat penyimpanan contoh tumbuhan yang telah diawetkan, baik secara kering maupun basah, dan disebut material herbarium. Selain itu, sebagai pusat acuan keanekaragamanan hayati (kehati) tumbuhan Indonesia yang berperan dalam mendukung kegiatan penelitian dan pendidikan di bidang keanekaragaman hayati.
Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN, Wahyudi Santoso, mengatakan Herbarium Bogoriense memiliki kode internasional BO, dan koleksinya merupakan aset yang berharga untuk disimpan dan dipergunakan dalam berbagai penelitian terkait kehati tumbuhan Indonesia.
Kemudian “mendukung studi ilmiah lainnya, antara lain ekologi, konservasi, fitokimia, etnobotani, dan lain-lain,” kata Wahyudi dalam webinar TakSon #01 “Talk about Scientific Collection” – Edukasi dan Diseminasi Pengetahuan Koleksi Ilmiah, pada Senin (13/10).




