Darulaut – Seekor paus biru (Balaenoptera musculus) berukuran sekira 20 meter mendekati pantai Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Teluk Tomini, pada Rabu (22/10).
Sejauh ini, spesies paus biru seperti yang terlihat kemunculannya di perairan Botubarani Gorontalo dapat terancam karena tabrakan kapal dan terjerat dalam peralatan penangkapan ikan.
Publikasi yang diterbitkan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS atau US National Oceanic and Atmospheric Administration’s (NOAA) Fisheries, 28 September 2023, menyebutkan tabrakan kapal dapat melukai atau membunuh paus biru.
Tabrakan kapal, menurut NOAA Fisheries, telah menewaskan paus biru di seluruh wilayah jelajahnya. Risikonya jauh lebih tinggi di beberapa wilayah pesisir dengan lalu lintas kapal yang padat, seperti pelabuhan dan jalur pelayaran, serta dari kapal-kapal besar dan kapal-kapal yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Selain itu, paus biru dapat terjerat dalam peralatan penangkap ikan. Paus biru dapat terjerat dalam berbagai jenis peralatan, termasuk perangkap dan jaring. Setelah terjerat, paus dapat menyeret peralatan yang terpasang dalam jarak yang jauh, yang pada akhirnya mengakibatkan kelelahan, penurunan kemampuan makan, atau cedera parah, yang dapat menyebabkan penurunan keberhasilan reproduksi dan kematian.




