Darilaut – Administrasi Meteorologi Cina atau China Meteorological Administration (CMA) baru saja menerbitkan Buletin Iklim Cina 2025 (China Climate Bulletin 2025).
Buletin yang diluncurkan dalam konferensi pers pada 29 Januari itu mencatat hujan lebat pertama dalam sejarah di Cina Utara dan Cina Barat, suhu panas, serta topan (typhoons) yang lebih banyak.
Melansir wmo.int dan cma.gov.cn buletin ini secara komprehensif menganalisis situasi iklim dasar di Cina, status pemantauan sistem iklim, bencana meteorologi utama dan peristiwa cuaca dan iklim ekstrem pada tahun 2025.
Selanjutnya, melakukan penilaian komprehensif tentang dampak iklim pada berbagai industri, lingkungan, kesehatan manusia, dan aspek lainnya.
Buletin menunjukkan bahwa pada tahun 2025, Cina memiliki karakteristik iklim hangat dan lembap. Suhu rata-rata nasional sama dengan tahun 2024 sebagai yang tertinggi dalam catatan.
Curah hujan rata-rata nasional lebih tinggi dari tahun normal, dengan proses hujan lebat yang sering terjadi di musim panas.
Menurut buletin tersebut, baik curah hujan maupun durasi musim hujan di Cina Utara menempati peringkat pertama dalam sejarah, dan curah hujan musim gugur di Cina Barat adalah yang tertinggi dalam catatan.
Jumlah topan yang terbentuk dan mendarat lebih tinggi dari biasanya, kata CMA. Kekeringan meteorologis secara keseluruhan tergolong ringan, tetapi dengan karakteristik regional dan bertahap yang jelas.




