Darilaut – Sebagai upaya untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pilar ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim (climate action) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan model prediksi curah hujan.
Model ini menggunakan spatial autoregressive Exogenous (SAR-X) yang diintegrasikan ke dalam web aplikasi interaktif berbasis RShiny.
Periset Pusat Riset Komputasi BRIN, Annisa Nur Falah, mengatakan, penelitian ini dilatarbelakangi kondisi iklim di Indonesia yang semakin tidak menentu. Pola curah hujan yang tidak menentu di setiap daerah dapat menimbulkan berbagai dampak, salah satunya banjir.
Oleh karena itu, menurut Annisa, diperlukan prediksi curah hujan yang lebih akurat dan mampu menggambarkan kondisi masing-masing wilayah. Pendekatan spasial merupakan langkah strategis dalam memprediksi curah hujan.
“Pola curah hujan di Indonesia tidak berdiri sendiri melainkan saling berkaitan antar daerah. Ketika suatu daerah mengalami hujan, wilayah di sekitarnya juga bisa terdampak sehingga diperlukan model berbasis spasial yang mampu menangkap keterkaitan antarwilayah,” ungkap Annisa, saat menerima kunjungan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) ke BRIN Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun, Bandung, pada Selasa (3/2).



