Darilaut – Tiga perempat lingkungan darat dan sekitar 66% lingkungan laut telah diubah secara signifikan oleh tindakan manusia.
Rencana Keanekaragaman Hayati PBB menetapkan langkah-langkah untuk memulihkan 30% ekosistem yang terdegradasi dan melestarikan 30% lahan, perairan, dan laut pada tahun 2030. Saat ini, hanya 17% lahan dan sekitar 8% wilayah laut yang dilindungi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 22 Mei setiap tahunnya sebagai Hari Keanekaragaman Hayati Internasional atau International Day for Biological Diversity.
Melansir UN News, satu juta spesies hewan dan tumbuhan berisiko punah. Hampir 75% ekosistem darat Bumi dan 66% lingkungan laut diubah oleh aktivitas manusia.
Tetapi hilangnya keanekaragaman hayati bukanlah hal yang tak terhindarkan. Untuk memulihkan alam secara global, tindakan harus dimulai secara lokal, dengan komunitas, organisasi, dan pemerintah bekerja sama untuk melindungi dan meregenerasi ekosistem yang kita semua bergantung padanya.
Hari Keanekaragaman Hayati Internasional merupakan seruan untuk tindakan lokal yang berani dengan dampak global. Waktu untuk bertindak bukanlah suatu hari nanti. Sekarang ini.
Saat komunitas global dipanggil untuk meninjau kembali hubungan kita dengan alam, satu hal yang pasti: terlepas dari semua kemajuan teknologi, kita sepenuhnya bergantung pada ekosistem yang sehat dan dinamis untuk air, makanan, obat-obatan, pakaian, bahan bakar, tempat tinggal, dan energi, hanya untuk menyebutkan beberapa.




