Darilaut – Gempa dahsyat di lepas pantai Sarangani, Mindanao, Filipina Selatan, pada Senin (8/6) pagi mendapat respon cepat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan bersiap mendukung upaya pemulihan.
PBB di Filipina mengeluarkan pernyataan solidaritas, memuji tindakan cepat dari otoritas nasional dan lokal serta menegaskan kembali kesiapannya untuk mendukung respons yang dipimpin pemerintah.
Melansir UN News, Program Pangan Dunia PBB (WFP) mengerahkan staf dan peralatan darurat untuk membantu membangun fasilitas penyimpanan sementara untuk pasokan bantuan, sementara Palang Merah Filipina dan mitra lainnya juga telah mulai memobilisasi tim respons.
Organisasi kemanusiaan sedang melakukan penilaian cepat untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak, sementara pertemuan Tim Kemanusiaan Negara ad hoc dijadwalkan pada hari Selasa (9/6) karena pihak berwenang berupaya menentukan skala penuh dari salah satu gempa bumi terkuat yang melanda Mindanao dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan awal pemerintah yang dikutip oleh kantor koordinasi bantuan PBB (OCHA) menunjukkan bahwa 19 orang tewas, 12 orang masih hilang, dan setidaknya 134 orang terluka. Pihak berwenang memperingatkan bahwa angka-angka tersebut masih bersifat sementara.
Sedikitnya 19 orang tewas, bersama dengan kerusakan luas pada rumah sakit, rumah, dan ruang kelas.




