Sabtu, September 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Unik, Tidak Semua Produk Garam Diolah Langsung dari Air Laut

redaksi
11 Desember 2018
Kategori : Berita
0
Garam bleng

Garam Bledug Kuwu sering disebut garam bleng diolah dari lumpur vulkanik di Grobogan, Jawa Tengah. FOTO: YOUTUBE/RIKHA BRAMAWANTO

INDONESIA memiliki beragam cara pengolahan garam tradisional. Ada yang dibuat dari tanaman, lumpur vulkanik dan mata air asin.
Produksi garam ini sudah berlangsung lama, dibuat turun-temurun. Tradisi pengolahan garam rakyat ini sangat istimewa, diolah dan dipasarkan terbatas.

Pemasaran garam rakyat atau garam tradisi Ini yang masih menjadi tantangan. Garam yang tidak diproses fortifikasi yodium ini tidak dapat diedarkan secara luas karena kebijakan pemerintah hanya mengakui garam beryodium sebagai garam konsumsi.

Garam tradisi yang bersumber dari air laut juga mengalami hal yang sama. Seperti garam laut Bali yang juga dikenal dengan istilah garam artisan.

Produk garam laut Bali, seperti Amed, Kusamba, Tejakula dan Pemuteran.
Garam tradisi ini ada yang sudah memperoleh sertifikat Indikasi Geografis dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia karena memiliki nilai dagang. Contohnya, garam artisan dari Amed, Bali Utara. Produksi garam ini telah memiliki Sertifikat Indikasi Geografis (IG).

Asisten Deputi Bidang Sumberdaya Mineral dan Energi NonKonvensional Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Amalyos Chan mengatakan, semua garam rakyat diolah secara tradisional, dengan kearifan lokal. “Bisa dikatakan ini adalah bagian dari budaya kita. Tradisi yang berlangsung turun-temurun,” ujarnya.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Garam TradisiKemenko Kemaritiman
Bagikan55Tweet9KirimKirim
Previous Post

Kapal Ikan Malaysia ABK Myanmar Ditangkap di Selat Malaka

Next Post

FDC-IPB Eksplorasi Potensi Terumbu Karang di Pesisir Timur Kei Besar

Postingan Terkait

Tren Negatif Cadangan Air Daratan Terus Berlanjut

Tren Negatif Cadangan Air Daratan Terus Berlanjut

19 September 2026
1.637 Titik Mengalami Hari Tanpa Hujan Kategori Ekstrim

Banjir dan Kekeringan Pecahkan Rekor Lima Tahun Terakhir

19 September 2026

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

Next Post
Ekspedisi Zooxanthellae

FDC-IPB Eksplorasi Potensi Terumbu Karang di Pesisir Timur Kei Besar

Komentar tentang post

TERBARU

Tren Negatif Cadangan Air Daratan Terus Berlanjut

Banjir dan Kekeringan Pecahkan Rekor Lima Tahun Terakhir

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

Peneliti UNG Menyoroti Praktik Pertambangan di Provinsi Gorontalo, Lingkungan Pesisir Memburuk Manfaat Ekonomi Minim

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Kuat di Talaud Bikin Warga Panik

Kompresor dengan Membran Oksigen bagi Nelayan, Hasil Inovasi Mahasiswa IPB

Temuan Peneliti UNG Penderita Diabetes Tak Terkontrol Bisa Sebabkan Kebutaan

Dinamika Atmosfer Indonesia Menunjukkan ENSO Netral Hingga La Nina Lemah

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Berpotensi Hujan

Hong Kong Merayakan Imlek Tahun Kuda dengan Meriah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.