Darilaut – Dampak kerusakan gempa Sarangani di Mindanao, Filipina Selatan meluas. Dilaporkan sebanyak 7.866 rumah terdampak –1.596 hancur dan 6.720 rusak sebagian– dan kerugian infrastruktur diperkirakan mencapai US$9,2 juta.
Kerusakan jalan dan infrastruktur lainnya membatasi akses ke komunitas yang terdampak dan terisolasi, menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 berada 32 km lepas pantai Sarangani, barat Maasim, pada 8 Juni pukul 07.37 waktu setempat.
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (PHIVOLCS) telah mencatat lebih dari 2.000 gempa susulan, dengan aktivitas seismik lebih lanjut diperkirakan akan terjadi.
OCHA mengutip data pemerintah menunjukkan 45 orang meninggal, 487 orang terluka, dan 17 orang masih hilang.
Bandara Internasional General Santos ditutup untuk penerbangan komersial, pemadaman listrik terus terjadi di beberapa daerah, dan akses ke beberapa kotamadya dan komunitas pulau tetap terbatas karena jalan yang rusak.
Pemerintah terus memimpin upaya penanggulangan, dengan lebih dari 2.700 personel pencarian dan penyelamatan dikerahkan dan tim tambahan dalam keadaan siaga. Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD) telah memberikan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari US$3,5 juta, sementara lembaga-lembaga sektoral bekerja untuk memulihkan layanan-layanan penting.



