Darilaut – Gempa bumi dahsyat beruntun berkekuatan magnitude (M)7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela, Kamis (25/6), menewaskan sedikitnya 164 orang.
Upaya penyelamatan sedang berlangsung setelah Venezuela mendeklarasikan keadaan darurat akibat dua gempa dahsyat yang menyebabkan kerusakan meluas.
Melansir Aljazeera.com tim darurat sedang mencari di antara reruntuhan bangunan, sementara pihak berwenang menutup bandara utama negara itu di Caracas, menangguhkan kelas, dan memobilisasi petugas kesehatan untuk menanggapi bencana tersebut.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperingatkan bahwa “korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas kemungkinan besar terjadi”.
Pemerintah menyatakan keadaan darurat saat tim penyelamat menanggapi kerusakan yang meluas.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez mendesak para dokter, perawat, dan petugas kesehatan lainnya untuk segera melapor ke rumah sakit dan klinik untuk membantu merawat para korban luka.
Melaporkan dari Bogota di Kolombia, negara tetangga, Teresa Bo dari Al Jazeera mengatakan kerusakan terburuk dilaporkan di Caracas, khususnya di distrik Altamira.
Tim menyelamatkan para korban dari reruntuhan gedung 22 lantai sementara kerabat mencari orang-orang terkasih yang hilang. Pihak berwenang mengatakan bahwa skala penuh kerusakan masih sedang dinilai.



