Darilaut – Laporan terbaru Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebutkan Siklon Tropis Senyar sangat langka dan pertama terjadi di Selat Malaka sejak tahun 1886.
Badai Siklon Senyar terbentuk di Selat Malaka pada akhir November 2025, menandai siklon pertama yang tercatat di wilayah tersebut sejak 139 tahun lalu.
Siklon Senyar tidak mengintensifkan diri menjadi badai yang parah. Sifat langkanya bukan karena intensitas atau kekuatannya, melainkan terkait dengan pembentukannya di Selat Malaka.
Peristiwa ini menyoroti potensi risiko siklon tropis frekuensi rendah di dekat khatulistiwa dan menggarisbawahi perlunya memperkuat kesiapsiagaan bencana dan perlindungan infrastruktur penting.
Beberapa negara mengalami peristiwa cuaca dan iklim ekstrem dengan korban jiwa dan kerugian ekonomi yang signifikan – terutama akibat siklon tropis.
Laporan Kondisi Iklim di Pasifik Barat Daya 2025 mendokumentasikan bagaimana kawasan ini mengalami tahun terpanas kedua dalam sejarah (setelah tahun 2024), dengan cuaca ekstrem yang menyebabkan gangguan luas, kerusakan ekonomi, dan hilangnya nyawa.
Senyar mencapai intensitas siklon tropis di Selat Malaka mengakibatkan banjir parah pada akhir November dan lebih dari 1.200 kematian dilaporkan di Indonesia, menunjukkan pentingnya peringatan dini, kesiapan dan respons terkoordinasi untuk siklon tropis yang jarang terjadi dan berdampak tinggi di daerah dekat khatulistiwa.




