Darilaut – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyatakan dukungan terhadap proses konsultasi UNESCO atas Draft Guidance for Fair Compensation for News di bawah inisiatif Internet for Trust.
Panduan ini dinilai penting sebagai rujukan global bagi negara, platform digital, pengembang kecerdasan buatan, penerbit berita, masyarakat sipil, dan akademisi dalam membangun ekosistem informasi yang lebih adil, sehat, dan berkelanjutan.
Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, mengatakan rancangan panduan UNESCO tersebut hadir pada saat yang sangat menentukan bagi industri media, termasuk di Indonesia. Disrupsi digital yang selama bertahun-tahun memindahkan nilai ekonomi jurnalisme ke platform kini memasuki fase baru akibat perkembangan AI generatif.
Konten berita semakin sering diambil, diringkas, digunakan untuk pelatihan model, atau disajikan ulang oleh sistem AI tanpa transparansi, atribusi yang memadai, maupun kompensasi yang layak kepada penerbit dan jurnalis yang memproduksinya.
“AMSI mendukung inisiatif UNESCO karena panduan ini membantu menempatkan jurnalisme sebagai barang publik yang harus dijaga keberlanjutannya,” kata Wahyu yang hadir secara online dalam konsultasi UNESCO untuk kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah, pada Kamis (9/7).
“Di era AI, media tidak cukup hanya diminta beradaptasi. Harus ada tata kelola baru yang memastikan nilai ekonomi dari karya jurnalistik tidak terus-menerus diekstraksi tanpa persetujuan, tanpa transparansi, dan tanpa kompensasi yang adil.”




