Selasa, Juli 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Metode Karbon Biru Australia

redaksi
3 Februari 2022
Kategori : Berita, Konservasi, Sampah & Polusi
0
Petugas Menangkap Pelaku Pembalakan Liar Hutan Mangrove di Langkat

Pohon mangrove. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Clean Energy Regulator atau Regulator Energi Bersih di akhir Januari, mengumumkan Metode Karbon Biru (Blue Carbon Method) Australia. Clean Energy Regulator adalah sebuah lembaga di Australia yang bertugas mengurangi emisi gas rumah kaca.

Mengutip dari Global Mangrove Alliance metode ini memberikan insentif kepada pemilik lahan untuk memulihkan lahan basah pesisir.

Caranya, dengan memperkenalkan kembali pengaruh pasang surut dan pemasangan penghalang. Misalnya gerbang pasang surut, dinding pematang dan tanggul.

Proyek ini akan diberikan Unit Kredit Karbon Australia, yang dapat dijual kepada pemerintah atau pihak lain yang tertarik untuk mengimbangi emisi.

Metode ini menggunakan model pengurangan (disebut Blue Carbon Accounting Model atau BlueCAM), yang dikembangkan oleh tim ilmuwan Australia, dipimpin oleh Catherine Lovelock dari University of Queensland.

Kedua emisi yang dihindari dari penggunaan lahan sebelumnya dan karbon yang diserap dalam biomassa dan tanah dimodelkan.

Dengan nilai yang berbeda digunakan untuk wilayah iklim yang berbeda pula. Begitu pula untuk lahan basah pesisir yang berbeda seperti mangrove (bakau), rawa asin, lamun, hutan supratidal dan dataran garam intertidal tinggi). Hal ini mencerminkan keragaman yang tinggi dari ekosistem lahan basah pesisir di sekitar Australia.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AustraliaEmisi gas rumah kacaGlobal Mangrove AllianceKarbon Birupenyerap karbon
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Orang Terkaya Australia Danai Ekspedisi Laut Dalam di Patahan Samudera Hindia

Next Post

Angin Kencang di Sleman dan Bantul, Puluhan Rumah Rusak

Postingan Terkait

Siklon Tropis Horacio Akan Menguat di Perairan Terbuka Samudra Hindia

Bibit Siklon Tropis 92W Terletak di Laut Filipina

21 Juli 2026
7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

Juli 2026 Tercatat 8 Prodi UNG Raih Akreditasi Unggul

21 Juli 2026

Potensi Hujan di Tengah Penguatan El Niño

Kondisi Relatif Kering,  Penguatan El Niño dan Perluasan Musim Kemarau

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

Pengelolaan Wisata Hiu Paus Botubarani Kedepankan Aspek konservasi dan Manfaat Ekonomi Bagi Masyarakat

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Next Post
Ratusan Rumah Rusak Karena Angin Kencang

Angin Kencang di Sleman dan Bantul, Puluhan Rumah Rusak

Komentar tentang post

TERBARU

Bibit Siklon Tropis 92W Terletak di Laut Filipina

Juli 2026 Tercatat 8 Prodi UNG Raih Akreditasi Unggul

Potensi Hujan di Tengah Penguatan El Niño

Kondisi Relatif Kering,  Penguatan El Niño dan Perluasan Musim Kemarau

Gorontalo Antisipasi dan Siaga Musim Kemarau

Program Studi Pendidikan Fisika UNG Raih Akreditasi Unggul

AmsiNews

REKOMENDASI

Penyakit Baru Beredar Karena Interaksi Manusia dengan Hewan

Pembangunan Rumah Pascagempa di Sulawesi Tengah Hampir Rampung

Banyak Tantangan untuk Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS di Kota Gorontalo

World Water Day, Meningkatkan Kesadaran Krisis Air Global

Survei Kelautan, Kapal Baruna Jaya IV Selesaikan 182 Hari Pelayaran

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo Bersiap Untuk Akreditasi Internasional

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.