Darilaut – Tim Pengabdian kepada masyarakat Universitas Terbuka (UT) mendorong nelayan payang di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk beralih ke teknologi ramah ekosistem.
Program ini dilaksanakan oleh tim LPPM Universitas Terbuka bekerja sama dengan Kelompok Nelayan Tangkap Payang Pelabuhan Ratu, dengan pendekatan ekonometrika lingkungan untuk menganalisis faktor adopsi teknologi ramah ekosistem di kalangan masyarakat pesisir.
Pendampingan dilakukan bagi 50 nelayan tangkap skala kecil yang tergabung dalam kelompok nelayan payang.
Program menyasar dua persoalan mendesak yang dihadapi nelayan setempat: wilayah tangkapan yang kian menjauh dari garis pantai dan menurunnya hasil tangkapan akibat persaingan pemanfaatan rumpon oleh pihak luar.
Selama beberapa tahun terakhir, nelayan payang di Pelabuhan Ratu harus menempuh jarak yang jauh lebih panjang untuk mencapai wilayah tangkapan yang produktif.
Kondisi ini membuat biaya operasional melaut — mulai dari bahan bakar, perbekalan, hingga waktu trip — membengkak, sementara hasil tangkapan justru cenderung menurun karena ikan target lebih banyak terkonsentrasi di sekitar rumpon-rumpon milik pihak lain.
“Dua tekanan ini terjadi bersamaan dan langsung memukul pendapatan nelayan skala kecil, yang pada dasarnya memiliki modal dan daya tahan usaha yang terbatas,” ujar Ketua Tim Pengabdian, Tamang Rumtini, PhD., di sela kegiatan sosialisasi bersama kelompok mitra.



