Darilaut – Sebanyak 502 sekolah mengalami rusak berat akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Laut Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pekan lalu.
Data sementara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) fasilitas satuan pendidikan yang terdampak 1.378. Terdapat peserta didik dan tenaga pendidik yang menjadi korban bencana.
“Tiga di antaranya peserta didik dan satu tenaga pendidik yang meninggal dunia, serta 38 ribu warga sekolah yang mengungsi,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen dikdasmen) Prof. Dr. Atip Latipulhayat.
Selain korban jiwa, sejumlah infrastruktur pendidikan juga terdampak. “Gempa bumi berdampak pada 1.378 satuan pendidikan, dengan 502 sekolah di antaranya dilaporkan rusak berat,” kata Atip.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) telah menyampaikan langkah-langkah yang dilakukan pada konferensi pers yang dilakukan secara virtual di Media Center Pos Pendamping Nasional Penanganan Darurat Gempa Bumi, pada Kamis (20/8).
Kerusakan masif ini membuat proses belajar mengajar terhenti. Namun semangat untuk tetap belajar tidak boleh padam. Penyesuaian dilakukan sesuai kondisi di masing-masing wilayah.
“Pembelajaran dilaksanakan dari rumah dan tempat pengungsian agar menghindari bangunan yang berpotensi roboh dan melukai akibat gempa susulan yang terus berlangsung,” ujar Wamendikdasmen.




