Rabu, Oktober 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

redaksi
29 Agustus 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

Pegunungan Himalaya membentang melintasi Nepal. FOTO: UN NEPAL

Darilaut – Struktur es di Pegunungan Himalaya sedang berubah. Sehari sebelum dinding es, batu, dan air berlumpur menerjang lembah-lembah Himalaya di sepanjang perbatasan Nepal-Cina, Dr. Dipesh Chapagain sedang mendiskusikan dengan seorang rekan betapa dahsyatnya bencana semacam itu.

Bagi peneliti iklim berusia 40 tahun yang tumbuh besar di perbukitan Nepal timur dan kini mempelajari bahaya pegunungan di Universitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNU) di Bonn, Jerman, topik ini memiliki dimensi profesional sekaligus sangat personal.

Ia telah menyaksikan perubahan risiko yang dihadapi wilayah tersebut sepanjang hidupnya.

“Saat saya masih kecil, kondisinya tidak seperti itu,” ujar Dr. Chapagain kepada Fabrice Robinet dari UN News. “Atau saat orang tua maupun kakek-nenek saya masih kecil, hal itu bukanlah tantangan utama [yang mereka hadapi].”

Gletser runtuh, lereng gunung ambruk.

Kemudian, pada Rabu pagi pukul 08.37, lereng gunung di ketinggian Himalaya runtuh.

Runtuhan itu begitu masif hingga instrumen seismik mencatatnya sebagai peristiwa berkekuatan magnitudo 5,2, yang awalnya dikira sebagai gempa bumi. Batuan dasar di bawah gletser mengalami kegagalan struktur, membawa massa es dan batu yang sangat besar meluncur sekitar 1.200 meter menuju dasar lembah.

Halaman 1 dari 7
12...7Selanjutnya
Tags: Banjir HimalayaBanjir NepalDr. Dipesh ChapagainEkosistem Pegunungan HimalayaNepalPBBTibet
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Ilmuwan Sedang Menyelidiki Apakah Tragedi Banjir Dahsyat di Nepal Dipicu Longsoran Es dan Batuan

Next Post

Mekanisme Peristiwa Bencana Luar Biasa di Perbatasan Nepal-Tibet Berbeda dengan Jebolnya Danau Glasial

Postingan Terkait

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

14 Oktober 2026
Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

14 Oktober 2026

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

Sejumlah Mahasiswa UNG Juara Kompetisi Nasional

Anomali Kondisi Suhu di Seluruh Dunia

Next Post
Mekanisme Peristiwa Bencana Luar Biasa di Perbatasan Nepal-Tibet Berbeda dengan Jebolnya Danau Glasial

Mekanisme Peristiwa Bencana Luar Biasa di Perbatasan Nepal-Tibet Berbeda dengan Jebolnya Danau Glasial

TERBARU

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

AmsiNews

REKOMENDASI

Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Erupsi, Zona Rekomendasi Diperluas

Jangmi Meningkat Menjadi Badai Tropis Parah, Berdampak Terhadap Kondisi Cuaca di Sulawesi Utara

19 Hari Kandas di Teluk Chesapeake, Kapal Kargo Ever Forward Belum Bisa Diapungkan

Fenomena Cuaca Buruk di Kalimantan Barat

Hujan Masih Mendominasi Kondisi Cuaca Indonesia Hari Ini Hingga 19 Februari

Bibit 94S di Samudra Hindia Berpotensi Menjadi Siklon Tropis

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.